Akurat Logo

Siloam Kebon Jeruk Lakukan Dua Implantasi LVAD dalam Sebulan

Winna Wandayani | 30 September 2026, 15:21 WIB
Siloam Kebon Jeruk Lakukan Dua Implantasi LVAD dalam Sebulan
Siloam Kebon Jeruk Lakukan Dua Implantasi LVAD dalam Sebulan (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Siloam Hospitals Kebon Jeruk melaporkan telah melakukan dua prosedur implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) dalam waktu kurang dari satu bulan. Rumah sakit tersebut menyebut prosedur ini sebagai implantasi LVAD pertama yang dilakukan rumah sakit swasta di Indonesia.

LVAD merupakan perangkat mekanis yang membantu ventrikel kiri memompa darah ke seluruh tubuh. Perangkat ini dapat digunakan pada pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang tidak lagi mendapatkan hasil memadai dari terapi medis.

Kementerian Kesehatan melalui Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,85 persen. Angka tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 2,4 juta penduduk Indonesia.

Kasus gagal jantung stadium lanjut juga membutuhkan penanganan yang berbeda dari pasien pada tahap awal. Salah satu pilihannya adalah terapi menggunakan perangkat mekanis seperti LVAD, meski penggunaannya tetap bergantung pada kondisi dan penilaian medis setiap pasien.

Prosedur pertama di Siloam Hospitals Kebon Jeruk dilakukan pada pasien laki-laki berusia 44 tahun menggunakan HeartMate 3 LVAD dari Abbott. Prosedur kedua kemudian dilakukan kurang dari satu bulan setelah tindakan pertama.

Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Melissa, mengatakan dua prosedur tersebut menunjukkan kesiapan tim dalam menangani implantasi LVAD. Menurutnya, pencapaian itu juga menjadi bagian dari proses membangun kemampuan tim secara berkelanjutan.

"Keberhasilan satu kasus merupakan pencapaian penting. Namun, keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas yang telah kami bangun," ujar Melissa, saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Implantasi LVAD melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis jantung serta dokter bedah toraks dan kardiovaskular. Tim tersebut antara lain dr. Leonardo Paskah Suciadi, dr. Maizul Anwar dan dr. Sugisman.

Menurut dr. Leonardo, LVAD dapat menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut. Terapi ini terutama dapat dipertimbangkan ketika pilihan pengobatan lain, termasuk transplantasi jantung, memiliki keterbatasan.

"Ada suara paling menenangkan yang pernah saya dengar sebagai dokter jantung yaitu detak yang kembali stabil setelah nyaris berhenti. Dalam sebulan terakhir, saya mendengarnya dua kali," kata Leonardo.

HeartMate 3 yang digunakan dalam prosedur tersebut merupakan LVAD dengan teknologi Full MagLev Flow Technology. Data yang dicantumkan rumah sakit dari studi MOMENTUM 3 menunjukkan tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 58,4 persen.

Dua prosedur tersebut diumumkan bertepatan dengan World Heart Day 2026 pada 29 September. LVAD dapat menjadi pilihan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut ketika terapi standar tidak lagi memadai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.