Perkuat Kemitraan Indonesia-Jerman, Wamenkes dan Menteri Federal Jerman Tinjau Pabrik Bayer di Cimanggis

AKURAT.CO PT Bayer Indonesia menerima kunjungan Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono, serta Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste di fasilitas manufaktur healthcare Bayer di Cimanggis.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda delegasi Jerman di Indonesia untuk memperkuat kemitraan strategis, khususnya dalam transisi energi dan kerja sama sektor swasta.
Lawatan ini juga menyoroti peran Bayer sebagai salah satu perwujudan sinergi Indonesia-Jerman dalam mendukung prioritas nasional, mulai dari agenda dekarbonisasi hingga penguatan industri kesehatan.
Sebagai salah satu fasilitas manufaktur healthcare strategis Bayer secara global, pabrik di Cimanggis tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga mengekspor produk ke lebih dari 42 negara.
Dalam sambutannya, Reem Alabali Radovan mengatakan Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Menurutnya, fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
"Upaya-upaya ini menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi pada pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. Melalui kebijakan pembangunan, kami sedang membangun jembatan antarnegara mitra, yang bertujuan untuk merintis kemitraan baru secara bersama-sama dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Jerman secara sistematis," ujar Alabali Radovan, dikutip Kamis (20/8/2026).
Dia menilai investasi tersebut turut mendorong pemanfaatan energi terbarukan, memperkuat industri lokal, serta meningkatkan kapabilitas manufaktur yang mendukung kesehatan ibu dan anak.
Sementara itu, Dante Saksono Harbuwono mengatakan kehadiran Bayer di Indonesia menjadi contoh kemitraan jangka panjang antara pemerintah dan sektor industri yang dapat mendukung prioritas kesehatan nasional.
"Melalui program nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya. Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten," ujar Dante.
Baca Juga: Tuntutan agar Uang dan Emas Dikembalikan Perkuat Dugaan Aset Milik Febrie Adriansyah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 5Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









