Kuku Sering Patah dan Rapuh? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Kuku mudah patah, retak, atau mengelupas meski tidak melakukan aktivitas berat? Kondisi tersebut kerap dianggap sepele.
Padahal, kuku yang rapuh dapat dipengaruhi kebiasaan sehari-hari, paparan bahan tertentu, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis.
Kuku sehat umumnya tampak kuat, halus, dan memiliki warna yang merata. Jika kuku tiba-tiba menjadi tipis atau mudah patah, berikut sejumlah penyebab yang perlu diketahui.
1. Kekurangan Nutrisi
Asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat memengaruhi kesehatan kuku. Tubuh membutuhkan protein, zat besi, zinc, serta sejumlah vitamin untuk mendukung pembentukan keratin, protein utama penyusun kuku.
Kekurangan nutrisi tertentu dapat membuat kuku menjadi tipis, mudah pecah, atau pertumbuhannya terganggu.
Untuk menjaga kesehatan kuku, konsumsi makanan bergizi seimbang seperti ikan, telur, daging, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan.
2. Terlalu Sering Terkena Air dan Deterjen
Kuku yang terlalu sering terkena air, sabun, atau deterjen dapat menjadi kering dan rapuh. Kondisi ini terutama dapat dialami orang yang sering mencuci piring, mencuci pakaian, atau bekerja dengan bahan pembersih tanpa menggunakan pelindung.
Gunakan sarung tangan ketika melakukan pekerjaan yang membuat tangan sering terpapar air atau bahan kimia. Setelah mencuci tangan, keringkan dengan baik dan gunakan pelembap pada tangan serta kuku.
3. Penggunaan Produk Kuku Berlebihan
Penggunaan kuteks, gel kuku, atau produk penghapus kuteks secara berlebihan dapat membuat kuku menjadi kering dan rapuh. Penggunaan aseton berulang, misalnya, dapat menghilangkan minyak alami pada permukaan kuku.
Berikan jeda dari penggunaan kuteks atau gel kuku jika kuku mulai mengalami kerusakan. Hindari pula mengikis permukaan kuku secara berlebihan saat melakukan perawatan.
4. Kebiasaan dan Stres
Kebiasaan menggigit kuku, mengorek kutikula, atau menggunakan kuku sebagai alat untuk membuka sesuatu dapat menyebabkan kuku mudah rusak.
Stres juga dapat memicu kebiasaan tersebut. Karena itu, mengelola stres, cukup tidur, dan melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan kuku.
5. Kondisi Medis Tertentu
Kuku rapuh yang berlangsung terus-menerus terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Gangguan tiroid, anemia, psoriasis, serta infeksi jamur dapat memengaruhi bentuk dan kekuatan kuku.
Perubahan pada kuku juga dapat muncul seiring bertambahnya usia karena kuku cenderung menjadi lebih kering dan pertumbuhannya melambat.
Jika kuku tetap rapuh meski sudah dirawat atau disertai perubahan warna, bentuk, tekstur, nyeri, maupun tanda infeksi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Polisi Gunakan Scientific Crime Investigation Ungkap Kematian Winda Lorenza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









