Kasus Campak di Indonesia Menurun, Kemenkes Perkuat Imunisasi di Daerah KLB

AKURAT.CO Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni, menyatakan jumlah kasus campak di Indonesia mulai menunjukkan tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, pemerintah tetap memperkuat upaya imunisasi di daerah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB) maupun wilayah dengan peningkatan kasus.
Andi menjelaskan, pada minggu ke-9 tercatat sebanyak 511 kasus campak di seluruh Indonesia. Angka tersebut kemudian menurun pada laporan pekan berikutnya menjadi 231 kasus.
“Pada minggu ke-9 tercatat 511 kasus di seluruh Indonesia, dan pada laporan minggu terakhir jumlahnya menurun menjadi 231 kasus. Artinya, tren kasus sudah mulai menurun,” ujar Andi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jumat (13/3/2026).
Untuk menekan penyebaran penyakit, Kemenkes telah melaksanakan imunisasi respons wabah atau Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh kabupaten dan kota yang mengalami KLB.
Selain itu, daerah yang tidak berstatus KLB tetapi mengalami peningkatan kasus juga menjadi sasaran program kejar imunisasi.
“Respons imunisasi melalui ORI sudah dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota yang mengalami KLB. Sementara daerah yang tidak berstatus KLB namun kasusnya meningkat juga dilakukan catch-up campaign atau kejar imunisasi campak,” jelasnya.
Menurut Andi, campak merupakan penyakit menular dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Satu kasus dapat menularkan penyakit kepada banyak orang, terutama pada kelompok rentan seperti balita.
“Campak memiliki daya tular yang sangat tinggi. Satu kasus bisa menularkan kepada 12 hingga 18 orang. Kelompok yang paling rentan adalah balita, meskipun juga terdapat beberapa kasus pada orang dewasa,” katanya.
Baca Juga: Ahli: Program MBG Harus Dikawal Ketat Agar Visi Besarnya Tercapai
Karena itu, Kemenkes menekankan pentingnya imunisasi dasar campak yang diberikan dua kali pada anak. Imunisasi pertama diberikan saat bayi berusia 9 bulan, sedangkan dosis kedua diberikan pada usia 18 bulan.
“Ketika baru satu kali imunisasi pada usia 9 bulan, perlindungan imunitas sekitar 80 persen. Namun setelah mendapatkan imunisasi kedua pada usia 18 bulan, tingkat perlindungannya meningkat hingga sekitar 97 persen,” jelas Andi.
Ia menambahkan, penurunan kasus campak saat ini juga dipengaruhi oleh respons cepat pemerintah melalui program imunisasi di daerah dengan peningkatan kasus serta kampanye kesehatan kepada masyarakat.
“Penurunan ini dipengaruhi oleh pelaksanaan ORI di daerah yang mengalami KLB dan program kejar imunisasi di wilayah dengan peningkatan kasus,” ujarnya.
Selain imunisasi, pemerintah juga mendorong peningkatan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Orang tua juga diimbau untuk membatasi aktivitas anak yang sedang sakit agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
“Anak-anak balita yang sedang sakit sebaiknya tidak dibawa keluar rumah. Selain itu, masyarakat perlu menerapkan PHBS seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, serta terus mengikuti edukasi kesehatan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








