Simbol Keharmonisan Semesta: Koleksi Lengkap 'Mandala' Made Wianta Dipamerkan di Bali

AKURAT.CO Sebuah babak baru dalam sejarah seni rupa kontemporer Bali resmi dibuka di The Apurva Kempinski Bali.
Mulai 23 Januari 2026, resor mewah di Nusa Dua ini menyelenggarakan pameran eksklusif bertajuk “Gallery of Art: Wianta & Legacy.”
Pameran ini menjadi sangat istimewa karena untuk pertama kalinya, seri ‘Mandala’ karya mendiang maestro Made Wianta dipresentasikan secara utuh kepada publik dalam sebuah pameran tunggal.
Made Wianta (1949–2020) bukan sekadar seniman; dia adalah visioner yang mengubah wajah seni Bali.
Melalui seri ‘Mandala,’ Wianta menerjemahkan konsep spiritual Pangider-ider (sembilan penguasa mata angin) ke dalam estetika geometris yang modern.
Karya-karya ini sering dijuluki sebagai "Kubisme versi Asia," di mana garis, titik, dan ruang bersatu menciptakan ritme alam semesta yang holistik.
Baca Juga: Bali Diserbu Banjir, Klaim Asuransi Allianz Tembus Rp22 Miliar
Sebanyak 11 mahakarya yang dipajang di Pendopo Lobby menggambarkan keseimbangan antara dunia luar dan kedamaian batin.
Perjalanan estetika Wianta sendiri sangat dipengaruhi oleh pengalamannya di Brussel, Belgia (1975–1977), yang memungkinkannya memadukan teknik Barat dengan jiwa musik Karawitan serta wayang klasik Bali.
Pembukaan pameran ini tidak hanya menampilkan visual, tetapi juga menghadirkan narasi mendalam melalui dialog bersama Intan Kirana Wianta.
Istri sang maestro yang juga cucu dari tokoh nasional Ki Hajar Dewantara ini, berbagi kisah tentang dedikasi di balik layar yang memperkuat karier Wianta hingga mencapai panggung internasional seperti Venice Biennale.
Momen tersebut kian hidup dengan penampilan koreografer Ayu Anantha.
Melalui karya tari Sangkara, dia menerjemahkan goresan garis Wianta ke dalam gerak tubuh, menciptakan dialog yang menghubungkan akar tradisi dengan evolusi modernitas.
General Manager The Apurva Kempinski Bali, Vincent Guironnet, menegaskan bahwa pameran ini merupakan bagian dari misi resor untuk memperkenalkan kekayaan intelektual dan seni Indonesia kepada dunia.
"Kami merasa sangat terhormat dapat menampilkan karya warisan Bapak Made Wianta, terlebih karena ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kariernya yang panjang, seri Mandala secara lengkap dapat dipresentasikan kepada publik," ujar Vincent Guironnet, Kamis (5/2/2026).
"Di The Apurva Kempinski Bali, pelestarian budaya sudah menjadi bagian dari jati diri kami. Seiring dengan semakin banyaknya wisatawan mancanegara yang cerdas, kami percaya bahwa memperkenalkan dan mengintegrasikan warisan seni Indonesia ke dalam pengalaman para tamu adalah tanggung jawab kami. Pameran ini merupakan sebuah pencapaian bersejarah, yang membuka kesempatan para tamu untuk dapat menikmati keahlian seni Indonesia yang belum pernah dihadirkan di hotel mana pun," tambahnya.
Baca Juga: Wisatawan Mancanegara ke Bali Tembus 7 Juta, Naik 11 Persen Sepanjang 2025
Pameran “Gallery of Art: Wianta & Legacy” kini terbuka bagi wisatawan dan pecinta seni yang ingin menyelami kejeniusan Made Wianta di jantung Nusa Dua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







