Disokong Investor Global, BAPI Kembangkan Teknologi dan Pendidikan Kesehatan

AKURAT.CO PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI) menegaskan komitmennya dalam pengembangan teknologi kesehatan dan pendidikan kesehatan digital melalui rencana pembangunan data center seluas ±70 hektare yang berlokasi di Desa Cimangeunteung, Maja, Rangkasbitung, Banten.
Proyek data center ini dirancang sebagai infrastruktur strategis untuk menopang ekosistem layanan kesehatan berbasis teknologi, riset, serta pendidikan kesehatan digital yang terintegrasi secara nasional.
Investment Director BAPI, Edi Suyitno, mengatakan, pembangunan data center tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan dan edukasi.
“Kami melihat kebutuhan layanan kesehatan dan pendidikan kesehatan berbasis teknologi akan terus meningkat. Karena itu, BAPI menyiapkan infrastruktur data center berskala besar yang mampu mendukung pengolahan data, riset, serta pengembangan platform digital kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Edi Suyitno dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).
Seiring dengan langkah strategis BAPI, geliat investasi di sektor teknologi kesehatan juga tercermin dari kinerja PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO).
Baca Juga: Didukung SoftBank Rp200 Miliar, NANO Percepat Transformasi Teknologi Kesehatan
Perseroan tercatat telah memperoleh komitmen pendanaan strategis hingga Rp200 miliar dari LDA Capital Group, LLC, yang akan digunakan untuk memperkuat eksekusi kontrak dan mempercepat ekspansi bisnis.
Menurut Edi, masuknya investor global menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek industri teknologi kesehatan dan pendidikan digital di Indonesia.
“Minat investor internasional terhadap proyek-proyek teknologi kesehatan menandakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai hub inovasi di kawasan. Sinergi antara pengembangan infrastruktur BAPI dan ekspansi bisnis NANO diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan,” jelasnya.
Selain LDA Capital, optimisme pasar juga diperkuat oleh peningkatan kepemilikan saham PT SoftBank Ventura Indonesia di NANO, yang kini tercatat menguasai lebih dari 8% saham berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat terhadap prospek jangka panjang sektor teknologi kesehatan nasional.
Ke depan, BAPI optimistis sinergi antara pembangunan data center, dukungan modal global, serta kolaborasi lintas sektor akan mempercepat transformasi digital di bidang kesehatan dan pendidikan kesehatan, sekaligus mendorong daya saing Indonesia di tingkat global.
“Kami percaya kolaborasi strategis ini akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tutup Edi Suyitno.
Baca Juga: Sejarah Dimulainya Reformasi Birokrasi di Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah







