Penelitian Terbaru Menunjukkan Otak Manusia Bisa Berubah Lebih Cepat dari Perkiraan

AKURAT.CO Wawasan baru dari studi neuromodulator dan intervensi, misalnya terapi farmakologis seperti ketamine pada depresi berat, memperlihatkan bahwa perubahan plastisitas sinaptik dapat terjadi relatif cepat.
Studi RCT ketamine dan ulasan synaptic plasticity di Nature Networks menyebutkan ini terjadi dalam hitungan jam hingga hari, bukan hanya minggu atau bulan.
Hal ini menantang pandangan lama bahwa neuroplastisitas memerlukan waktu panjang untuk perubahan bermakna.
Temuan ini membuka peluang terapi yang lebih cepat untuk kondisi seperti depresi resisten terapi dan gangguan neuropsikiatri lainnya. Juga menguatkan ide bahwa pengalaman intens dan intervensi yang tepat dapat merombak jaringan otak dalam rentang waktu singkat.
Namun para peneliti menekankan perlunya penelitian jangka panjang untuk memahami stabilitas perubahan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai





