Apa Itu Malpraktik dan Bagaimana Cara Membuktikannya
Eko Krisyanto | 20 Oktober 2025, 17:17 WIB

AKURAT.CO Malpraktik merupakan tindakan kelalaian atau kesalahan profesional yang dilakukan oleh tenaga ahli, terutama di bidang medis, hukum, atau teknis, yang mengakibatkan kerugian bagi pihak lain.
Dalam konteks kesehatan, malpraktik medis terjadi ketika dokter, perawat, atau tenaga medis lainnya tidak menjalankan standar pelayanan yang semestinya, sehingga menimbulkan dampak buruk bagi pasien.
Secara umum, malpraktik tidak selalu berarti kesalahan yang disengaja. Tindakan ini bisa disebabkan oleh kelalaian, kurangnya keterampilan, atau pengambilan keputusan yang tidak sesuai dengan prosedur profesional. Misalnya, dokter memberikan obat yang salah, melakukan operasi di bagian tubuh yang keliru, atau gagal mendiagnosis penyakit secara tepat waktu.
Untuk membuktikan adanya malpraktik, diperlukan serangkaian langkah hukum dan pembuktian medis. Pertama, korban harus menunjukkan bahwa terdapat hubungan profesional antara pelaku dan korban, misalnya antara dokter dan pasien. Kedua, harus dibuktikan bahwa tenaga profesional tersebut melanggar standar operasional yang berlaku di bidangnya. Standar ini biasanya dijelaskan melalui pendapat ahli atau lembaga profesi terkait.
Langkah ketiga, perlu ada bukti nyata terjadinya kerugian, baik secara fisik, finansial, maupun psikologis. Korban harus mampu menunjukkan bahwa kerugian tersebut terjadi sebagai akibat langsung dari tindakan kelalaian pelaku.
Di era digital saat ini, bukti dokumentasi seperti rekam medis elektronik, CCTV, atau komunikasi digital juga bisa membantu proses pembuktian. Selain itu, laporan saksi ahli menjadi elemen penting dalam memperkuat kasus.
Dengan pemahaman dan pengawasan yang baik, risiko malpraktik dapat diminimalisir. Profesional di bidang apapun, terutama di sektor kesehatan dan teknologi, perlu menjunjung tinggi etika kerja serta menerapkan standar keselamatan agar tidak merugikan orang lain.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






