Apa Itu Mikrosefalus? Ini Dia Penyebab Dan Cara Mengatasinya Pada Bayi

AKURAT.CO, Gejala kesehatan pada bayi yang baru lahir, sebelumnya dapat didiagnosis pada saat bayi berada dalam kandungan. Akan tetapi, setelah lahir bayi harus diperiksa lagi untuk mengetahui kepastian dari diagnosis sebelumnya saat berada dalam kandungan.
Persoalan kesehatan bayi bukan hanya pada fisik maupun non fisik, seperti ukuran bagian tubuh tertentu bayi yang memiliki ukuran besar ataupun kecil. Yang mana gejala kesehatan ini disebut mikrosefalus pada bayi yang baru lahir. Dikutip dari alodokter pada Senin (18/9/2023), berikut ini penjelasan mengenai apa itu mikrosefalus pada bayi.
Baca Juga: Waspada! Kepala Bayi Dilarang Keras Dipijat
Apa Itu Mikrosefalu pada Bayi?
Mikrosefalus ialah kondisi kepala bayi yang ukurannya lebih kecil dari ukuran normal. Mikrosefalus atau disebut juga mikrosefali disebabkan oleh adanya gangguan perkembangan otak selama bayi berada di dalam kandungan. Mikrosefali merupakan kondisi yang jarang terjadi, yakni hanya pada sekitar 2-10 bayi per 10.000 kelahiran.
Bayi yang mengalami mikrosefali, otaknya tidak perkembangan dengan optimal pada saat berada di dalam kandungan. Mengakibatkan ukuran kepala bayi menjadi lebih kecil dari yang seharusnya saat dilahirkan. Selain gangguan pada masa kehamilan, mikrosefali juga terjadi akibat terhentinya perkembangan otak pada bayi setelah lahir.
Pada kondisi ini bayi terlahir dengan ukuran kepala yang normal, tetapi seiring berjalannya waktu, ukuran kepalanya menjadi kian lebih kecil jika dibandingkan dengan kepala anak seusianya. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya mikrosefalus, selain dari gangguan perkembangan otak ketika bayi masih berada dalam rahim atau setelah lahir.
Penyebab Mikrosefalus pada Bayi
Dikutip dari hellosehat, mikrosefali sering disebabkan oleh kelainan genetik yang mengganggu pertumbuhan korteks serebal selama beberapa bulan di awal perkembangan janin. Dan ada beberapa faktor penyebab terjadinya mikrosefalus pada bayi, berikut ini beberapa penyebabnya:
- Craniosynostosis: kondisi cacat lahir yang mengakibatkan kepala bayi tidak normal, disebabkan oleh kelainan pada tulang tengkorak. Kelainan ini mempengaruhi perkembangan kepala dan otak bayi sehingga menyebabkan ukuran kepala bayi menjadi kecil.
- Kelainan Genetik: kelainan ini sering menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan termasuk mikrosefalus pada bayi. Berdasarkan Stanford Children’s Health, warisan gen abnormal dari orang tua dapat menyebabkan bayi mengalami mikrosefalus.
- Kekurangan Gizi: Ibu yang sedang hamil sangat memerlukan nutrisi yang cukup demi keberlangsungan perkembangan janin yang ada dalam kandungan. Nutrisi penting yang harus dikonsumsi selama masa kehamilan ialah makan dan minuman sehat seperti sayuran, buah, daging, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian serta makanan sehat dan bernutrisi lainnya.
- Penggunaan Zat Tertentu dan Paparan Bahan Kimia: selain kebutuhan nutrisi, ibu hamil harus memperhatikan kegiatan yang dilakukan dan atau penggunaan zat tertentu. Kegiatan ini meliputi pekerjaan yang mengakibatkan ibu hamil terpapar zat kimia seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat-obatan tertentu.
- Infeksi: infeksi pada tubuh ibu hamil bisa menyebar dengan cara mengalir bersama darah dan masuk ke tubuh bayi, hal inilah yang menyebabkan terjadinya infeksi pada bayi dan menimbulkan berbagai gejala kesehatan seperti mikrosefalus. Beberapa infeksi yang menyebabkan mikrosefalus pada bayi ialah: Cacar air, Virus Zika (yang disebabkan oleh nyamuk), Toksosplamosis, infeksi rubella, dan infeksi sitomegalovirus.
- Celebral Anoxia: komplikasi kehamilan juga bisa mengakibatkan terjadinya mikrosefalus pada bayi, yang mana kondisi ini terjadi akibat pengiriman oksigen ke otak janin terhambat.
- Fenilketonuria: cacat bawaan lahir yang menyebabkan asam amino, disebut dengan fenilalani menumpuk dalam tubuh. Hal ini terjadi karena kecacatan gen yang diwariskan oleh orang tua untuk memecah-mecah fenilalanin.
Cara Mengatasi Mikrosefalus pada Bayi
Sejauh ini belum ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi mikrosefalus pada bayi, namun pengecualian bagi mikrosefalus yang disebabkan oleh craniosynostosis yang bisa diatasi dengan melakukan operasi pembedahan untuk membentuk kembali tengkorak, tetapi tidak dengan kondisi lainnya.
Bayi dengan mikrosefalus ringan membutuhkan pemeriksaan rutin, sedangkan untuk mikrosefalus yang parah biasanya memerlukan penanganan yang cukup khusus guna mendukung kemampuan fisik dan kecerdasan si bayi. Diantara penanganan tersebut berupa terapi bicara, fisik, dan okupasi. Sedangkan untuk bayi kerap mengalami kejang atau hiperaktif membutuhkan obat untuk meningkatkan fungsi saraf dan otot.
Cara mengatasi terjadinya mikrosefalus dapat dilakukan selama masa kehamilan dengan cara:
- Makan makanan yang sehat, mengonsumsi vitamin saat hamil juga sangat diperlukan dalam tumbuh kembang janin.
- Hindari minum alkohol dan terpapar zat kimia serta jangan menggunakan obat-obatan terlarang.
- Rajin menjaga kebersihan, karena salah satu penyebab mikrosefalus dapat disebabkan oleh infeksi virus.
- Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala kesehatan apa pun. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









