Akurat

Waspada! Kepala Bayi Dilarang Keras Dipijat

| 3 November 2021, 15:40 WIB
Waspada! Kepala Bayi Dilarang Keras Dipijat

AKURAT.CO,  Pijat bayi memiliki beragam manfaat. Dengan pijatan lembut, bayi akan merasa diasuh dan dicintai sehingga memperkuat ikatan dengan Bunda.

Studi di Touch Research Institute, University of Miami School of Medicine, AS, juga menunjukkan bahwa pijat bayi bisa meningkatkan kadar serotonin dan dopamin yang fungsinya menciptakan rasa nyaman. Ini tentu saja bisa meningkatkan kualitas tidurnya, serta meredakan kolik. 

Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis terus menerus tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini bukan termasuk penyakit dan tidak akan membahayakan bayi.

Terlebih lagi, menurut Asosiasi Pijat Bayi Internasional (IAIM), pijat bayi dapat membantu merangsang sistem peredaran darah dan pencernaan, serta mengatasi beberapa kondisi seperti kembung, kram, sembelit dan sakit perut.

Beberapa penelitian menunjukkan pijat bayi bahkan dapat meningkatkan pertumbuhan yang sehat, termasuk meningkatkan sistem kekebalan, keterampilan motorik, dan perkembangan intelektual bayi. Meski begitu, ini semua masih butuh penelitian lebih lanjut, menurut Healthline

"Pijat bayi yang dilakukan secara rutin dapat membantu bayi untuk tumbuh dan berkembang secara optimal serta memberikan berbagai manfaat lain seperti memperkuat ikatan emosional atau bonding antara bayi dan orangtua," kata dr. Fitri Hartanto, SpA(K), dikutip AKURAT.CO pada Rabu (3/11/2021). 

Bayi UNSPLASH/Filip Mroz

Namun, tidak semua bagian tubuh bayi boleh dipijat. Kepala bayi berusia kurang dari dua tahun sebaiknya tidak dipijat, terutama bagian ubun-ubun.

Pasalnya, ubun-ubun dan tulang tengkorak yang melindungi otak bayi masih lunak dan bisa mengenai saraf dan mengganggu tumbuh kembangnya. 

"Jangan ditekan-tekan bagian ubun-ubun (puncak kepala) anak. Itu berbahaya. Kalau sudah lewat dua tahun, baru boleh," ujar Dr. dr. Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes. 

Sembarangan memijat area kepala Si Kecil bisa menyebabkan pendarahan otak yang berujung pada kematian. Jadi, Bunda sebaiknya menghindari pijatan di bagian kepala Si Kecil.

Pada saat bayi mengalami kesalahan dalam pemijatan, bayi akan menunjukkan gejala kejang, bagian badannya kaku hingga tidak sadarkan diri.

Apabila kondisi ini tidak segera mendapatkan pertolongan, Si kecil bisa mengalami kelumpuhan, gangguan perkembangan otak, hingga kehilangan nyawa. 

Adapun Bunda sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter sebelum memijat bayi, terutama yang baru lahir.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.