Akurat

4 Bahaya 'Overthinking' untuk Kesehatan Anda, Bisa Gangguan Jantung

Cosmas Kopong Beda | 29 Agustus 2022, 14:00 WIB
4 Bahaya 'Overthinking' untuk Kesehatan Anda, Bisa Gangguan Jantung

AKURAT.CO Pasti banyak dari kita yang tidak bisa tidur di malam hari karena memikirkan berbagai hal meski belum terjadi.

Jika hal tersebut sering terjadi, Anda mungkin termasuk dalam kategori orang yang overthinking .

Overthinking atau berpikir berlebihan biasanya dapat mengganggu kualitas hidup seseorang apalagi tidak memberikan solusi apapun terhadap masalah yang mengganggu pikiran tersebut.

Ketika Anda terlalu banyak berpikir, terutama hal-hal negatif, itu hanya akan membuat Anda depresi dan dapat menyebabkan serangan kecemasan.

Sebagaimana dikutip mStar, Psikolog Natacha Duke mengatakan bahwa terlalu banyak berpikir bisa menjadi gejala depresi atau kecemasan.

Umumnya, ini terkait dengan kondisi yang disebut gangguan kecemasan umum (GAD).

"Seseorang dapat menderita GAD karena genetika atau faktor pribadi seperti ketidakmampuan untuk mentolerir kepastian dalam hidup," katanya.

Mereka yang menderita GAD biasanya akan merasakan beberapa gejala berikut ini;

1. Kekhawatiran berlebihan tentang beberapa hal setidaknya selama enam bulan.

2. Kesulitan mengendalikan perasaan cemas yang dapat mengganggu kemampuan berfungsi.

1. Efek pada otak

Stres cenderung memiliki efek mendalam pada organ. Hormon kortisol dapat merusak dan membunuh sel-sel otak di hipokampus yang merupakan komponen utama otak manusia.

Terlalu banyak berpikir juga dapat mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan aktivitasnya. Para peneliti di University of California juga menjelaskan bahwa stres kronis menyebabkan masalah mental seperti kecemasan dan gangguan emosional.

2. Masalah pencernaan

Overthinking dapat menyebabkan stres yang dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Stres menyebabkan masalah pencernaan seperti radang usus, sindrom infeksi usus, gastritis dan sebagainya.

3. Masalah jantung

Terlalu banyak memikirkan dan mengkhawatirkan masalah dan hal-hal yang belum terjadi dapat membahayakan kesehatan jantung seperti detak jantung yang cepat, nyeri dada dan sebagainya.

4. Masalah kulit

Kecemasan, depresi, stres dan overthinking secara terus menerus dapat mempengaruhi kesehatan kulit seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia, areata dan dermatitis seboroik.

Hal ini disebabkan terjadinya peradangan pada tubuh selain sistem kulit yang saling berhubungan cukup kompleks seperti endokrin dan sistem imun.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.