Akurat Logo

Emosi Negatif Ibu Hamil Bisa Terekam oleh Janin Dalam Kandungan

Iqbal Rizkyka | 30 Maret 2022, 20:05 WIB
Emosi Negatif Ibu Hamil Bisa Terekam oleh Janin Dalam Kandungan

AKURAT.CO Pendakwah sekaligus Ahli Pengobatan Herbal, dr Zaidul Akbar mengatakan bahwa janin di kandungan bisa merekam emosi dan mental ibu hamil. 

Bayi akan mewarisi sifat baik maupun buruk selama berada di dalam rahim, tergantung dari emosi ibu hamil.

Itulah sebabnya, tidak hanya kesehatan fisik, kesehatan mental ibu hamil juga perlu diperhatikan selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.

"Artinya, kalau ibu terus berburuk sangka curigaan, anak akan merekam akan mendapatkan warisan emosi 'jantung' dari sang ibu," ujarnya dalam kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dikutip pada Selasa (30/2/2022).

Dokter pencetus jurus sehat rasulullah (JSR) itu, juga mengingatkan para ibu hamil maupun orang di sekitar harus berhati-hati dan lebih memperhatikan emosi.

Apalagi menurut dokter lulusan Universitas Diponegoro itu, janin atau bayi dalam kandungan tidak merekam kata-kata ibu, tapi merekam emosi yang dialami ibu selama di dalam rahim.

"Makanya hati-hati dalam bersikap, rekaman ini ada dalam diri anak tadi, dan akan dikeluarkan dalam diri anak," jelas dr. Zaidul.

Dilansir dari laman Live Science, hal ini bukan sekedar gurauan semata, karena penelitian di 2013 juga menunjukkan bahwa kecemasan ibu selama hamil bisa mempengaruhi bayi yang dikandung.

Penelitian ini menyebutkan, bayi yang lahir dari ibu dengan tingkat kecemasan tinggi selama kehamilan punya respon kekebalan tubuh yang lebih lemah terhadap vaksin di usia enam bulan, dibandingkan dengan ibu yang lebih tenang.

Memang menjaga suasana hati tetap stabil selama kehamilan merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh para ibu hamil.

Supaya emosi dan pikiran negatif tersebut tidak terjadi, Bumil bisa melakukan tips-tips berikut ini untuk mengusir hal-hal tersebut selama hamil:

Bicarakanlah

Berbagi perasaan merupakan hal yang melegakan. Cobalah ceritakan hal-hal yang kerap membuat ibu cemas atau marah kepada pasangan atau orang terdekat. 

Selain itu, ibu juga bisa membicarakannya dengan sesama ibu hamil untuk saling bertukar pengalaman.

Apabila masih juga belum merasa lega, temui dokter dan jelaskan rasa cemas yang sedang ibu alami. Dokter akan memberikan solusi untuk membantu menenangkan pikiran dan perasaan ibu.

Berolahraga 

Berolahraga bisa membantu mengurangi rasa ketakutan dan emosi negatif selama kehamilan dan memperbaiki suasana hati. 

Tidak perlu melakukan olahraga yang sulit. Cukup lakukan olahraga ringan, seperti jalan santai, berenang, atau yoga hamil (prenatal yoga).

Istirahat yang cukup

Ibu hamil perlu tidur yang cukup setiap harinya, karena kurang tidur bisa membuat ibu hamil rentan mengalami stres dan kecemasam. 

Selain untuk mengistirahatkan tubuh, tidur yang cukup juga dapat mengoptimalkan pemberian nutrisi kepada janin.

Istirahatkanlah tubuh ibu sejenak jika merasa kelelahan saat beraktivitas. Sembari beristirahat, ibu bisa menyanyikan lagu untuk Sang Buah Hati atau mengajaknya mengobrol. 

Selain menyenangkan, kegiatan ini juga baik untuk menjalin kedekatan antara ibu hamil dan janin.

Terapkan pola makan sehat dan seimbang

Cara lain yang bisa ibu hamil lakukan untuk mengatasi kecemasan dan emosi negatif selama hamil, adalah mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari. 

Mengonsumsi makanan bergizi tidak hanya baik untuk menjaga kesehatan dan perkembangan janin, tapi juga kesehatan fisik dan psikis ibu hamil.

Selama hamil, konsumsilah makanan yang kaya akan vitamin, mineral, asam lemak omega-3. Jangan lupa, minum air putih setidaknya 1,5 liter per hari untuk menghindari dehidrasi saat hamil.

Berpikir positif

Memang tidak ada salahnya membaca buku atau mencari beragam informasi tentang kehamilan, tapi tetaplah berpikir positif dan tidak mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas dan omongan orang lain.

Usahakan untuk tidak menggali informasi mengenai hal-hal menyeramkan yang bisa terjadi pada kehamilan. Tetaplah fokus pada masa kini, apa yang sedang dijalani, dan bagaimana perasaan Bumil dalam menjalaninya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.