Akurat Logo

Mekari Officeless Bantu Perusahaan Awasi Aplikasi Buatan AI, Cegah Risiko Kebocoran Data

Siti Nur Azzura | 17 Oktober 2026, 13:56 WIB
Mekari Officeless Bantu Perusahaan Awasi Aplikasi Buatan AI, Cegah Risiko Kebocoran Data
Ilustrasi menggunakan laptop.

AKURAT.CO Pengembangan aplikasi internal sederhana secara konvensional yang bisa memakan waktu berminggu-minggu, kini bisa selesai dalam hitungan jam dengan bantuan artificial intelligence (AI). Namun, kecepatan itu belum selalu diimbangi pengawasan.

Aplikasi bisa muncul tanpa sepengetahuan tim teknologi informasi (TI), terdapat juga resiko data perusahaan disalin ke alat AI di luar perusahaan, serta proses berjalan tanpa catatan.

Di Indonesia, survei Kaspersky terbaru mencatat 24 persen organisasi mengidentifikasi penggunaan alat AI eksternal oleh karyawan sebagai salah satu faktor risiko yang umum. Secara global, survei MuleSoft 2026 terhadap 1.050 pemimpin TI menemukan rata-rata perusahaan mengelola 957 aplikasi, tetapi hanya 27 persen yang saling terhubung.

Baca Juga: Gibran Ingin Santri Kuasai AI dan Robotik: Kita jangan Ketinggalan dengan Negara Lain

Perusahaan juga terikat UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, sehingga aplikasi buatan AI yang menyentuh data perusahaan perlu aturan akses yang jelas.

Head of Policy Southeast Asia (APAC) OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, menyampaikan bahwa tantangan terbesar adopsi AI di tingkat enterprise bukan lagi sekadar ketersediaan teknologi, melainkan bagaimana menyelaraskannya dengan tata kelola (governance), keamanan data, dan kepatuhan organisasi.

Mekari Officeless menjawabnya dengan lima kemampuan AI yang diperkenalkan di Mekari Conference 2026: Officeless Composer, Officeless Custom UI, Smart Copilot, MCP Officeless, dan Officeless SDK (rincian di lampiran).

"Prinsipnya, AI tetap boleh mempercepat pembuatan aplikasi, tetapi siapa yang boleh mengakses apa dan siapa yang menyetujui perubahan diatur oleh TI," kata Sandy, Jumat (17/10/2026).

Smart Copilot, misalnya, menunjukkan rencana perubahan langkah demi langkah; tidak ada yang berubah tanpa persetujuan pengguna, dan setiap tindakan tercatat. Officeless SDK membuat aplikasi yang dibangun di luar platform, termasuk tampilan buatan AI dari luar, tetap melewati autentikasi, validasi, dan hak akses yang sama.

Baca Juga: Super El Nino Bikin Karhutla Luar Biasa, Manfaatkan AI untuk Deteksi Dini

Head of Business Mekari Officeless, Samiaji Adisasmito, mengatakan AI dapat mendorong proses pembuatan aplikasi menjadi lebih produktif dan efisien. Yang kini langka adalah tata kelolanya, siapa boleh mengakses data apa, dengan persetujuan siapa, dan apa bukti auditnya.

"Dengan lapisan AI ini, tim bisnis bisa bergerak secepat AI, sementara TI tetap memegang kendali. Kecepatan dan kepatuhan tidak perlu dikorbankan salah satunya," kata Samiaji.

Bagi tim bisnis, artinya tidak perlu menunggu antrian TI untuk aplikasi internal, dan rencananya sudah disepakati bersama TI dan Kepatuhan sebelum dibangun lewat Officeless Composer. Bagi TI, seluruh aplikasi buatan AI terhubung ke satu platform yang aktivitasnya bisa dilihat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.