Mekari Officeless Bantu Perusahaan Awasi Aplikasi Buatan AI, Cegah Risiko Kebocoran Data

AKURAT.CO Pengembangan aplikasi internal sederhana secara konvensional yang bisa memakan waktu berminggu-minggu, kini bisa selesai dalam hitungan jam dengan bantuan artificial intelligence (AI). Namun, kecepatan itu belum selalu diimbangi pengawasan.
Aplikasi bisa muncul tanpa sepengetahuan tim teknologi informasi (TI), terdapat juga resiko data perusahaan disalin ke alat AI di luar perusahaan, serta proses berjalan tanpa catatan.
Di Indonesia, survei Kaspersky terbaru mencatat 24 persen organisasi mengidentifikasi penggunaan alat AI eksternal oleh karyawan sebagai salah satu faktor risiko yang umum. Secara global, survei MuleSoft 2026 terhadap 1.050 pemimpin TI menemukan rata-rata perusahaan mengelola 957 aplikasi, tetapi hanya 27 persen yang saling terhubung.
Baca Juga: Gibran Ingin Santri Kuasai AI dan Robotik: Kita jangan Ketinggalan dengan Negara Lain
Perusahaan juga terikat UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, sehingga aplikasi buatan AI yang menyentuh data perusahaan perlu aturan akses yang jelas.
Head of Policy Southeast Asia (APAC) OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, menyampaikan bahwa tantangan terbesar adopsi AI di tingkat enterprise bukan lagi sekadar ketersediaan teknologi, melainkan bagaimana menyelaraskannya dengan tata kelola (governance), keamanan data, dan kepatuhan organisasi.
Mekari Officeless menjawabnya dengan lima kemampuan AI yang diperkenalkan di Mekari Conference 2026: Officeless Composer, Officeless Custom UI, Smart Copilot, MCP Officeless, dan Officeless SDK (rincian di lampiran).
"Prinsipnya, AI tetap boleh mempercepat pembuatan aplikasi, tetapi siapa yang boleh mengakses apa dan siapa yang menyetujui perubahan diatur oleh TI," kata Sandy, Jumat (17/10/2026).
Smart Copilot, misalnya, menunjukkan rencana perubahan langkah demi langkah; tidak ada yang berubah tanpa persetujuan pengguna, dan setiap tindakan tercatat. Officeless SDK membuat aplikasi yang dibangun di luar platform, termasuk tampilan buatan AI dari luar, tetap melewati autentikasi, validasi, dan hak akses yang sama.
Baca Juga: Super El Nino Bikin Karhutla Luar Biasa, Manfaatkan AI untuk Deteksi Dini
Head of Business Mekari Officeless, Samiaji Adisasmito, mengatakan AI dapat mendorong proses pembuatan aplikasi menjadi lebih produktif dan efisien. Yang kini langka adalah tata kelolanya, siapa boleh mengakses data apa, dengan persetujuan siapa, dan apa bukti auditnya.
"Dengan lapisan AI ini, tim bisnis bisa bergerak secepat AI, sementara TI tetap memegang kendali. Kecepatan dan kepatuhan tidak perlu dikorbankan salah satunya," kata Samiaji.
Bagi tim bisnis, artinya tidak perlu menunggu antrian TI untuk aplikasi internal, dan rencananya sudah disepakati bersama TI dan Kepatuhan sebelum dibangun lewat Officeless Composer. Bagi TI, seluruh aplikasi buatan AI terhubung ke satu platform yang aktivitasnya bisa dilihat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




