Akurat Logo

Kepala Bappenas Khawatir Indonesia Jadi Tiga Besar Negara Penderita TBC

Iqbal Rizkyka | 21 Februari 2022, 21:05 WIB
Kepala Bappenas Khawatir Indonesia Jadi Tiga Besar Negara Penderita TBC

AKURAT.CO Tuberkulosis atau TBC merupakan salah satu penyakit yang mengintai masyarakat Indonesia. Pasalnya, penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis ini menjadi penyebab utama kematian ke-13 di dunia. 

Berdasarkan “WHO Global TB Report 2020”, 10 juta orang di dunia menderita TBC dan sebanyak 1,5 juta orang meninggal setiap tahun. Indonesia sendiri menjadi negara penyumbang kasus TBC ketiga terbesar di dunia. 

Dalam laporan tersebut, Indonesia diperkirakan memiliki 824.000 kasus infeksi TBC dengan angka kematian mencapai 38.000 kasus.

Namun, angka tersebut berhasil ditekan pada 2021. Dilansir dari laman TB Indonesia, hingga Oktober 2021, terdapat 824.000 kasus TBC di Indonesia dengan 13.110 kasus kematian.

Akan tetapi, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan bahwa Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di dunia terkait tingkat terjadinya penyakit Tuberkolosis (TBC), yakni di atas 300 per 100 ribu orang.

"Sistem kesehatan nasional kita terhadap penyakit, terhadap TB saja misalnya, kita ingin angka TB kta kalau bisa insidensi (terjadinya TBC) kalau bisa diturunkan,” ujar Suharso Monoarfa dalam Diskusi Publik Forum Masyarakat Statistik (FMS), secara virtual Senin (21/2/2022).

“Saya benar-benar worry (khawatir) soal ini (TBC) karena bahaya sekali kalau kita sampai nanti setiap orang Indonesia ke luar negeri harus punya sertifikat bebas TB,” sambungnya.

Suharso mengatakan, presentasi pemberian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Bacillus Calmette–Guérin atau BCG di Indonesia tergolong rendah, hanya 57 persen. 

Data berbeda dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, ada sebanyak 64 persen orang sudah melakukan imunisasi BCG.

Lebih lanjut Suharso juga menilik imunisasi di Indonesia yang baru berjenis 6 buah dan hanya di tingkat anak-anak. Padahal, imunisasi ataupun vaksinasi dapat dilakukan oleh orang yang berada di umur 20 hingga 40 tahun.

"Sebagaimana kita lihat di CDC baik Amerika Serikat, Eropa, Singapura. Jadi orang tua, orang dewasa, juga ada vaksinya masing-masing,” jelasnya.

Tak hanya TBC, beberapa penyakit lain yang masih tinggi di Indonesia ialah Malaria dan Kusta. Menurut Indonesia juga  menempati posisi tertinggi ke 3 di dunia untuk penyakit kusta. 

Untuk itu, Suharso menilai pemerintah perlu memberi perhatian khusus ke sektor kesehatan, khususnya untuk penyakit TBC dan Kusta.

Suharso juga menjelaskan, pemerintah telah merencanakan target imunisasi mencapai 90 persen pada 2024. Selain itu, pemerintah juga berencana menambah dua jenis imunisasi, yakni PCP dan Polio sehingga menjadi 8 atau 7 dengan mengubah mekanisme imunisasi dari oral menjadi suntik. Akan tetapi, rencana-rencana itu terhambat, lantaran pandemi Covid-19.

Suharso menilai jika banyak masyarakat yang tidak diimunisasi BCG, maka akan banyak masyarakat yang berpotensi terkena penyakit TBC 

“Maka menjadi penting misalnya itu tes cepat molekuler yang alat-alatnya ada di seluruh Indonesia, yang sekarang masih digunakan untuk Covid-19 itu kembali lagi trace back mengenai TB ini,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.