Akurat Logo

Sering Alami Halusinasi, Hati-hati Psikosis

Jhon | 20 Agustus 2021, 15:00 WIB
Sering Alami Halusinasi, Hati-hati Psikosis

AKURAT.CO, Warganet sedang ramai membicarakan tentang kesehatan mental. Salah satu yang dibahas adalah psikosis. Dilansir Webmd, psikosis adalah suatu kondisi yang memengaruhi cara otak memproses informasi, cara berpikir dan persepsi.

Kondisi ini menyebabkan penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan. Indra mereka mungkin tampak mendeteksi hal-hal yang tidak ada, dan mereka mungkin merasa sulit untuk menentukan apa yang nyata dan benar. Mereka mungkin melihat, mendengar, atau mempercayai hal-hal yang tidak nyata.

Psikosis bisa menjadi gejala penyakit mental, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar, dan depresi berat. 

Seseorang umumnya tidak menyadari bahwa mereka memiliki psikosis karena delusi terasa sangat nyata. Namun psikosis adalah gejala, bukan penyakit. Ini dapat dipicu oleh penyakit mental, cedera atau penyakit fisik, penyalahgunaan zat, atau stres atau trauma yang ekstrem.

Mengenal psikosis FREEPIK

Psikosis tidak tiba-tiba dimulai. Kondisi ini memiliki alur yang bisa diperhatikan. Berikut AKURAT.CO rangkum tanda-tanda psikosis:

Tanda-tanda peringatan sebelum psikosis

Dimulai dengan perubahan bertahap dalam cara berpikir dan memahami dunia. Ini menimbulkan sejumlah perubahan, misalnya: 

  • Penurunan nilai atau prestasi kerja
  • Kesulitan berpikir jernih atau berkonsentrasi
  • Kecurigaan atau kegelisahan di sekitar orang lain
  • Kurangnya merawat diri atau kebersihan
  • Menghabiskan lebih banyak waktu sendirian dari biasanya
  • Emosi yang berlebihan saat merespon sesuatu
  • Tidak ada emosi sama sekali

Tanda-tanda psikosis awal

  • Mendengar, melihat, atau merasakan hal-hal yang tidak dimiliki orang lain
  • Berpegang pada keyakinan atau pemikiran yang tidak biasa, tidak peduli apa yang orang lain katakan
  • Menarik diri dari keluarga dan teman
  • Berhentilah menjaga diri sendiri
  • Tidak dapat berpikir jernih atau memperhatikan

Gejala episode psikosis

Gejala utama psikosis adalah kemunculan delusi dan halusinasi. Gejala ini tidak dapat sembuh sepenuhnya, meski terkadang mereda

  • Halusinasi:
    • Halusinasi pendengaran: mendengar suara-suara ketika tidak ada orang di sekitar
    • Halusinasi taktil: sensasi atau perasaan aneh yang tidak dapat Anda jelaskan
    • Halusinasi visual: melihat orang atau benda yang sebenarnya tidak ada, atau merasa bentuk sesuatu terlihat salah
  • Delusi: keyakinan yang tidak sejalan dengan budaya dan tidak masuk akal bagi orang lain, seperti:
    • Kekuatan luar mengendalikan perasaan dan tindakan.
    • Peristiwa atau komentar kecil memiliki arti yang sangat besar.
    • Memiliki kekuatan khusus, sedang dalam misi khusus, atau sebenarnya adalah dewa. 

Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan psikosis, tetapi beberapa faktor risiko yang diketahui meliputi:

Genetika

Penderita psikos dapat memiliki gen untuk itu, tetapi itu tidak selalu berarti akan mendapatkan psikosis.

Obat-obatan

Pemicunya termasuk beberapa obat resep dan penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan seperti mariyuana, LSD, dan amfetamin.

Trauma

Kematian orang yang dicintai, serangan seksual, atau perang dapat menyebabkan psikosis. Jenis trauma dan usia juga mempengaruhi.

Cedera dan penyakit

Cedera otak traumatis, tumor otak, stroke, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, demensia, dan HIV semuanya dapat menyebabkan psikosis.

Kurang tidur juga dapat memicu psikosis.

Psikosis sendiri tidak boleh diabaikan, karena gejalanya akan semakin memburuk dan mempengaruhi kehidupan. Oleh sebab itu, penderitanya harus segera mendapatkan pengobatan medis.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jhon
C