Akurat Logo

Awas, Atap dari Asbes Bisa Picu Kanker Paru

Khaerul S | 14 Februari 2020, 07:15 WIB
Awas, Atap dari Asbes Bisa Picu Kanker Paru

AKURAT.CO , Jika kamu memiliki atap rumah dari asbes atau sedang berencana mendekor rumah menggunakan asbes, sepertinya kamu harus berfikir ulang. Sebab, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR, mengatakan, asbes bisa memicu kanker paru.

"Jadi ada faktor karsinogen lain, penyebab kanker, di luar rokok, yaitu bisa dari polusi udara. Itu ada di tempat kerja juga ada atau di lingkungan, salah satunya adalah dari asbes," katanya kepada AkuratHealth, di bilangan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa, (12/2).

Menurutnya, komponen dari serat-serat asbes bila terhirup dan masuk ke saluran nafas, akan menginduksi sel-sel yang normal menjadi kanker paru.

"Kalau asbes itu dalam bentuk padat sebenarnya. Asbes itu tidak akan membuat kanker. Tapi serbuknya yang lepas, kalau terhidup, karena ukurannya sangat kecil, masuk ke paru, menginduksi sel normal menjadi kanker. Makanya asbes itu masuk di dalam katagori karsinogen menurut WHO," ujarnya. 

Dokter Agus juga mengatakan, data di Rumah Sakit Persahabatan, yang fokus pada penyakit pernapasan, terkait penderita kanker paru yg berhubungan dengan asbes ada sekitar 5-10 persen yang punya riwayat terpapar dengan bahan-bahan di lingkungan, termasuk dari asbes.

Coordinator NGO Australian People for Health, Education and Development Abroad (APHEDA), Philip Hazelton juga mengatakan bahwa penyakit yang rawan muncul dari penggunaan asbes adalah asbestosis.

Asbestosis adalah penyakit saluran pernapasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes. Dalam kesempatan yang sama, dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P (K), mengatakan hal serupa.

Menurut Dokter Elisna, serbuk asbes bisa terhirup dan menumpuk di paru dan memicu kanker paru. Serbuk ini juga menyerang jaringan paru sehingga memicu kanker primer pada selaput paru.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A