Mengenal 'Bicornuate Uterus', Kelainan Rahim Berbentuk Jantung Hati

AKURAT.CO, Rahim adalah bagian tubuh wanita yang menjadi tempat berkembangnya janin. Organ ini lazimnya berbentuk seperti buah pir terbalik dengan semacam tanduk (tuba falopi) yang menempel di bagian atas yang lebar itu. Namun, tahukah Anda bahwa ada juga wanita yang memiliki bentuk rahim berbeda?
Dilansir dari Womenshealthmag, ternyata 3% hingga 6% wanita punya bentuk rahim yang tidak lazim. Dari jumlah itu, 26%-nya punya rahim berbentuk jantung hati, atau dalam bahasa medis disebut 'bicornuate uterus'.
Sejatinya, janin berkembang di bagian 'uterus fundus', bagian organ yang berongga paling besar, kata David F. Colombp, M.D., seorang dokter kandungan sekaligus kepala bagian perawatan kandungan di Spectrum Health Medical Group di Grand Rapids, Michigan.
Namun, pada rahim berbentuk jantung hati, rongga utamanya tetap ada, tetapi dua tubanya berdekatan sehingga membentuk lekukan di bagian atas.
Rahim berbentuk jantung hati ini sebenarnya adalah anomali rahim bawaan lahir. "Artinya, rahim ini terbentuk tidak normal sejak masih dalam kandungan," kata Megan Cheney, M.D., dokter kandungan sekaligus direktur medis di Banner University Women's Clinic di Phoenix, Arizona.
Karena merupakan bawaan lahir, sudah jelas bentuk rahim ini tidak disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.
Rahim seperti ini tidak berdampak buruk pada siklus menstruasi. Sayangnya, rahim jantung hati ini meningkatkan risiko terjadinya keguguran, kelahiran prematur, kelahiran sungsang (bagian bawah bayi lahir lebih dulu, bukan diawali dari kepalanya), dan masalah kehamilan lainnya.
Faktanya, riset tahun 2011 yang dirilis dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa ketidaknormalan bentuk rahim (termasuk yang berbentuk jantung hati) memang meningkatkan risiko kelahiran prematur, sungsang, dan perlunya tindakan operasi sesar.
Namun, belum diketahui pasti mengapa rahim jantung hati ini menyebabkan masalah kehamilan dan kelahiran. Diperkirakan, bentuk yang tidak lazim ini menghalangi janin untuk berkembang.
"Satu-satunya cara untuk mengetahui bentuk rahim adalah dengan USG atau MRI," kata Cheney. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan pada wanita yang berulang kali mengalami keguguran (biasanya lebih dari 3 kali), pernah mengalami masalah kesuburan, atau pernah melahirkan sungsang.
"Jika wanita berulang kali mengalami keguguran," tambah Colombo, "lekukan di bagian atas 'jantung hati' bisa dihilangkan lewat operasi."
Namun, jarang ada wanita yang memilih operasi, tambahnya. Sebagian besar kehamilan pada rahim 'jantung hati' yang selalu dimonitor tidak akan bermasalah.
"Kebanyakan wanita bahkan tidak tahu rahimnya berbentuk jantung hati. Jika kita mengawasi kehamilannya dengan cermat, mereka tetap baik-baik saja," pungkasnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang




