Akurat Logo

Mengenal 'Bicornuate Uterus', Kelainan Rahim Berbentuk Jantung Hati

Ariswan | 2 November 2018, 14:30 WIB
Mengenal 'Bicornuate Uterus', Kelainan Rahim Berbentuk Jantung Hati

AKURAT.CO, Rahim adalah bagian tubuh wanita yang menjadi tempat berkembangnya janin. Organ ini lazimnya berbentuk seperti buah pir terbalik dengan semacam tanduk (tuba falopi) yang menempel di bagian atas yang lebar itu. Namun, tahukah Anda bahwa ada juga wanita yang memiliki bentuk rahim berbeda?

Dilansir dari Womenshealthmag, ternyata 3% hingga 6% wanita punya bentuk rahim yang tidak lazim. Dari jumlah itu, 26%-nya punya rahim berbentuk jantung hati, atau dalam bahasa medis disebut 'bicornuate uterus'.

Sejatinya, janin berkembang di bagian 'uterus fundus', bagian organ yang berongga paling besar, kata David F. Colombp, M.D., seorang dokter kandungan sekaligus kepala bagian perawatan kandungan di Spectrum Health Medical Group di Grand Rapids, Michigan.

Namun, pada rahim berbentuk jantung hati, rongga utamanya tetap ada, tetapi dua tubanya berdekatan sehingga membentuk lekukan di bagian atas.

Womenshealthmag

Rahim berbentuk jantung hati ini sebenarnya adalah anomali rahim bawaan lahir. "Artinya, rahim ini terbentuk tidak normal sejak masih dalam kandungan," kata Megan Cheney, M.D., dokter kandungan sekaligus direktur medis di Banner University Women's Clinic di Phoenix, Arizona.

Karena merupakan bawaan lahir, sudah jelas bentuk rahim ini tidak disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.

Rahim seperti ini tidak berdampak buruk pada siklus menstruasi. Sayangnya, rahim jantung hati ini meningkatkan risiko terjadinya keguguran, kelahiran prematur, kelahiran sungsang (bagian bawah bayi lahir lebih dulu, bukan diawali dari kepalanya), dan masalah kehamilan lainnya.

Faktanya, riset tahun 2011 yang dirilis dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan bahwa ketidaknormalan bentuk rahim (termasuk yang berbentuk jantung hati) memang meningkatkan risiko kelahiran prematur, sungsang, dan perlunya tindakan operasi sesar.

Namun, belum diketahui pasti mengapa rahim jantung hati ini menyebabkan masalah kehamilan dan kelahiran. Diperkirakan, bentuk yang tidak lazim ini menghalangi janin untuk berkembang.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui bentuk rahim adalah dengan USG atau MRI," kata Cheney. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan pada wanita yang berulang kali mengalami keguguran (biasanya lebih dari 3 kali), pernah mengalami masalah kesuburan, atau pernah melahirkan sungsang.

"Jika wanita berulang kali mengalami keguguran," tambah Colombo, "lekukan di bagian atas 'jantung hati' bisa dihilangkan lewat operasi."

Namun, jarang ada wanita yang memilih operasi, tambahnya. Sebagian besar kehamilan pada rahim 'jantung hati' yang selalu dimonitor tidak akan bermasalah.

"Kebanyakan wanita bahkan tidak tahu rahimnya berbentuk jantung hati. Jika kita mengawasi kehamilannya dengan cermat, mereka tetap baik-baik saja," pungkasnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ariswan
D