Waspada, Dampak Gula Darah Berlebih Dapat Merusak Pembuluh Darah

AKURAT.CO Gula darah atau glukosa berperan penting sebagai sumber energi utama di dalam tubuh kita. Glukosa berasal dari makanan yang kita konsumsi, terutama karbohidrat, lalu diolah oleh tubuh agar bisa menjadi bahan bakar bagi sel-sel.
Namun, seperti halnya sesuatu yang berlebihan, kadar gula darah yang terlalu tinggi justru bisa menjadi masalah besar.
Pada kondisi normal, tubuh memiliki sistem pengatur berupa hormon insulin yang membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah.
Sayangnya, pada penderita diabetes atau orang yang memiliki gangguan metabolisme, mekanisme ini tidak berjalan dengan baik.
Baca Juga: Terbukti Efektif, Ini 7 Pengobatan untuk Menurunkan Gula Darah dengan Bahan Alami
Hal tersebut mengakibatkan gula darah tetap tinggi dalam waktu lama. Ini mungkin tampak tidak berbahaya karena sering kali tidak menimbulkan gejala langsung, tapi jika dibiarkan dapat memberikan efek buruk yang perlahan merusak tubuh dari dalam.
Salah satu dampak paling serius dari kadar gula darah tinggi adalah kerusakan pada pembuluh darah. Pembuluh darah ibarat jalan raya bagi tubuh, yang bertugas mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh organ.
Jika jalan ini rusak, maka aliran kehidupan pun terganggu, kerusakan pembuluh darah akibat gula darah tinggi bukan hanya menimbulkan gangguan ringan, tetapi juga bisa berujung pada penyakit kronis yang mematikan.
Kerusakan pada Dinding Pembuluh Darah
Ketika terlalu banyak glukosa beredar dalam aliran darah, sebagian akan menempel pada protein di dinding pembuluh. Proses ini membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kehilangan elastisitasnya.
Padahal, pembuluh darah yang sehat seharusnya lentur agar aliran darah tetap lancar ke seluruh tubuh.
Tidak hanya itu, kadar gula tinggi juga merusak lapisan tipis di bagian dalam pembuluh darah yang disebut endotel. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung sekaligus pengatur aliran darah.
Jika endotel rusak, pembuluh darah menjadi lebih rapuh, mudah meradang dan tidak lagi mampu bekerja dengan baik.
Baca Juga: FDA Beri Peringatan untuk Smartwatch dan Cincin yang Klaim Bisa Ukur Gula Darah
Peradangan dan Penyumbatan
Kelebihan gula darah juga memicu terbentuknya radikal bebas yang menimbulkan stres oksidatif. Kondisi ini memperparah kerusakan dengan memicu peradangan pada dinding pembuluh darah.
Saat peradangan terjadi, kolesterol dan lemak lebih mudah menempel dan menumpuk, membentuk plak aterosklerotik.
Plak inilah yang lama-kelamaan bisa menyempitkan bahkan menyumbat pembuluh darah. Jika penyumbatan terjadi, aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke organ vital akan terganggu.
Inilah awal dari berbagai penyakit berbahaya, termasuk serangan jantung, stroke dan gangguan aliran darah ke kaki.
Akibat Kerusakan Pembuluh Darah
Kerusakan pembuluh darah akibat kelebihan gula bisa terjadi di pembuluh darah kecil maupun besar.
• Pembuluh darah kecil (mikrovaskuler)
Kerusakan di sini dapat menyebabkan komplikasi pada mata (retinopati diabetik yang bisa berujung kebutaan), ginjal (nefropati diabetik yang bisa menyebabkan gagal ginjal), dan saraf (neuropati diabetik yang memicu mati rasa atau luka sulit sembuh).
• Pembuluh darah besar (makrovaskuler)
Jika yang rusak adalah pembuluh darah besar, risikonya meliputi penyakit jantung, stroke serta gangguan aliran darah ke kaki yang dalam kasus parah bisa menyebabkan amputasi.
Baca Juga: Mengidap Diabetes? Ini Beberapa Sayuran Yang Secara Alami Dapat Menurunkan Gula Darah
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







