Akurat Logo

Rekomendasi Ahli Saraf: Makanan Sehat yang Wajib Dikonsumsi Penderita Stroke

Oktaviani | 1 November 2024, 23:15 WIB
Rekomendasi Ahli Saraf: Makanan Sehat yang Wajib Dikonsumsi Penderita Stroke

AKURAT.CO Dokter spesialis saraf di RSUD Tanjung Priok, Priyanka Ganesha Utami, mengungkapkan beberapa jenis makanan yang bermanfaat untuk membantu pemulihan pasien stroke.

Menurutnya, pola makan yang tepat sangat penting dalam mendukung kesehatan dan mengurangi risiko komplikasi bagi penderita stroke.

“Penderita stroke harus berhenti merokok, karena kebiasaan ini merupakan faktor risiko utama stroke yang cukup tinggi, mencapai 18 persen,” ungkap Priyanka, Jumat (1/11/2024).

Di samping itu, pasien stroke perlu meningkatkan kesehatan tubuh dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan mineral.

Baca Juga: Memahami Penyebab Bau Badan dan Cara Mengobatinya, Ini Tips dari Organisasi Kesehatan PAFI

Makanan ini dapat membantu menyeimbangkan kadar lemak dalam tubuh, yang penting bagi pemulihan pasien.

Salah satu buah yang sangat disarankan adalah alpukat, yang mengandung lemak sehat. Selain itu, kacang-kacangan juga baik karena mengandung lemak baik yang penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Priyanka juga merekomendasikan ikan laut seperti salmon, cod, dan tuna yang kaya akan lemak sehat yang berperan dalam proses penyembuhan dan menjaga kebugaran pasien stroke.

“Lemak terbaik bisa didapatkan dari ikan laut. Sayangnya, banyak pasien ragu mengonsumsi ikan ini,” ujarnya.

Namun, Priyanka mengingatkan agar pasien stroke membatasi konsumsi daging merah seperti daging sapi, ayam, dan produk olahan susu seperti mentega dan keju, terutama jika makanan tersebut sering dipanaskan ulang.

Baca Juga: Survei Voxpol: 44 Persen Pemilih Milenial di Pilgub NTT Dukung Paslon Melki-Johni

"Jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi kalori, seperti makanan cepat saji atau yang mengandung margarin," imbuhnya.

Priyanka juga menyoroti panduan dari American Heart Association yang menganjurkan penderita stroke untuk mengurangi konsumsi garam.

Hal ini penting untuk mencegah hipertensi yang tidak terkontrol, yang menurut data memiliki risiko tertinggi dalam memicu stroke, mencapai 56 persen, diikuti oleh diabetes sebesar 20 persen.

"Ini adalah bagian dari pola makan sehat yang bisa kita terapkan untuk menjaga kesehatan tubuh," tutup Priyanka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.