Akurat

Komitmen Aqua Lestarikan Lingkungan Jadi Sorotan Netizen

Arief Rachman | 28 Januari 2024, 22:55 WIB
Komitmen Aqua Lestarikan Lingkungan Jadi Sorotan Netizen

AKURAT.CO Tanggung jawab lingkungan Aqua menjadi sorotan salah seorang youtuber di Indonesia, Reinat Fuad. Alasannya, Aqua menggunakan kemasan galon guna ulang sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

Sebagaimana diketahui konsumsi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon bisa mencapai lebih dari 700 juta galon per tahun.

Dapat dibayangkan bila galon guna ulang digantikan galon sekali pakai, maka akan ada timbulan sampah yang tidak terkelola dengan baik akan mencemari lingkungan.

"Mereka akan mendaur ulang botol bekas menjadi material yang bisa dipakai kembali," kata seorang YouTuber, Reinat Fuad, Minggu (28/1/2024).

Reinat merupakan pembawa acara dalam sebuah talkshow youtube bernama kasisolusi. Dia mengaku sengaja mengangkat kisah perjalanan Aqua karena terkesan dengan perjuangan sang pendiri, Tirto Utomo.

Baca Juga: Mampu Pimpin Indonesia, Bahlil Sebut Gibran Wakil Presiden Idaman Anak Muda

Kesuksesan ide Tirto mengembangkan AMDK yang menantang kebiasaan cara masyarakat mengonsumsi air minum saat itu.

Acara yang dibawakan Reinat Fuad itu membahas tentang awal mula Aqua berdiri pada 1970 silam.

Menurutnya, sejak berdiri hingga kini, Aqua mengelola sumber daya air dari hulu sampai hilir yang terintegrasi untuk memberikan kesehatan bagi masyarakat.

Dia menjelaskan, dari sisi hulu diwujudkan dengan pengelolaan sumber daya air dengan melakukan penanaman jutaan pohon untuk konservasi sedangkan sisi hilir adalah dengan pengelolaan sampah plastik yang terintegrasi.

"Hal ini juga menarik Danone untuk membeli mayoritas saham Aqua pada tahun 1998," katanya.

Dia menceritakan bahwa keputusan Danone untuk membeli saham mayoritas Aqua karena memiliki visi dan misi yang sama, yakni untuk membuat masyarakat lebih sehat. Danone dan Aqua juga menciptakan simbiosis mutualisme.

Baca Juga: Sudah Bisa Dipesan, Segini Imbal Hasil ORI025T3 dan ORI025T6

Aqua membawa dampak luar biasa bagi Danone dari atas hingga ke bawah. Danone memberikan kesempatan untuk para petinggi Aqua untuk berkembang dalam group sehingga dapat menjadi bekal untuk kesuksesan Aqua di masa depan.

Meski Danone memiliki saham mayoritas, namun sejatinya Aqua merupakan produk lokal. Hal ini ditandai dengan puluhan ribu karyawan Aqua yang merupakan masyarakat Indonesia.

Kehadiran Aqua juga ikut menumbuhkan ekonomi nasional. Semenjak hadir, Aqua memanfaatkan 16 gerbong kereta api untuk mengangkut 10.752 galon setiap hari dari pabrik di Sukabumi ke gudang di Jakarta.

"Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Pak Tirto Utomo, bahwasanya dalam membangun suatu bisnis itu perlu yang namanya keberanian dalam melihat suatu peluang," katanya.

Dia melanjutkan, Aqua juga terus melakukan riset dan pengembangan dalam membuat produk. Artinya, air yang dikemas bukan berasal dari air biasa yang dimasak dan dipaketkan.

Namun dikemas menggunakan teknologi tinggi sehingga memberikan jaminan kualitas kepada masyarakat.

Menurutnya, research and development yang dilakukan berhasil membuat Aqua terus menjadi market leader dalam industri AMDK.

Kegigihan Tirto Utomo dalam memasarkan dan mempromosikan Aqua juga terus menginspirasi sehingga sukses menjadi brand image sektor bisnis AMDK.

Baca Juga: Nobar Timnas Bersama Sopir Bajaj, TKN Prabowo-Gibran: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Optimis

Kesuksesan Aqua lantas membuat sejumlah perusahaan mendirikan bisnis AMDK. Mereka berusaha menyaingi kedigdayaan Aqua dalam industri tersebut. Kemunculan kompetitor juga tidak membuat Tirto Utomo gentar.

Dia bahkan mempersilahkan kompetitor untuk meniru model bisnis Aqua. Tirto tidak khawatir kemunculan mereka akan menggeser pasar Aqua yang sudah diterima di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, kemunculan pesaing akan membuat industri semakin maju karena artinya masyarakat bisa menilai tentang air minum yang bersih dan sehat. Tirto menegaskan kalau hal itu justru malah akan membantu Aqua untuk terus maju.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.