Mengenal Diet Mediterania, Ampuh Turunkan Berat Badan

AKURAT.CO Sekarang ada banyak jenis diet dan pola makan sehat, tidak hanya untuk menurunkan berat badan, tetapi juga untuk mempertahankan kesehatan yang baik.
Tetapi beberapa jenis diet tidak disarankan atau cocok untuk semua orang. Misalnya, diet ketogenik atau keto yang mengandung banyak protein dapat berbahaya bagi mereka yang rentan terkena asam urat atau mengikuti diet vegan, yang jika tidak diikuti karena alasan tertentu dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi.
Salah satu diet yang dianjurkan adalah diet Mediterania. Apakah diet Mediterania itu?
Baca Juga: 6 Minuman Diet Alami Untuk Bantu Turunkan Berat Badan
Diet ini memfokuskan asupan makanan dari makanan nabati, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran segar, polong-polongan, ikan dan beberapa daging tanpa lemak seperti ayam. Dan juga harus makan lemak sehat seperti minyak zaitun.
Namun, diet Mediterania membatasi konsumsi makanan olahan, daging merah, roti putih, mentega, dan margarin.
Para ahli menyatakan bahwa pola makan ini memiliki banyak manfaat kesehatan dan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) menemukan bahwa pola makan ini tidak menyebabkan penyakit baru.
Baca Juga: 5 Tips Mendapatkan Tubuh Ideal Meski Tetap Konsumsi Makanan Enak, Stop Diet Ekstrem!
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa memenuhi kebutuhan protein harian yang diperlukan tubuh dapat dipenuhi dengan mudah.
Secara umum, diet ini akan memiliki hasil yang baik karena mengurangi asupan energi dan melakukan aktivitas fisik yang meningkatkan massa otot.
Pola makan tidak dapat dipungkiri memang dapat memengaruhi bentuk tubuh kita. Ini karena ketika kita mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi sehari-hari.
Kelebihannya akan disimpan sebagai lemak dan jika kita tidak aktif secara fisik, kita juga akan kehilangan lebih banyak massa otot seiring bertambahnya usia.
Oleh karena itu, ketika kita mengonsumsi makanan yang sehat dengan jumlah kalori yang tepat dan kita akan menyimpan lebih banyak lemak.
Diet Mediterania didasarkan pada gaya hidup orang-orang yang tinggal di wilayah Mediterania dan menunjukkan bahwa pola makan mereka, yang sebagian besar terdiri dari nabati dan porsi protein hewani yang lebih sedikit, sangat baik untuk kesehatan.
Studi baru menemukan bahwa pola makan dan gaya hidup Mediterania menguntungkan orang yang tinggal di negara lain, seperti Inggris, karena mereka memiliki risiko 29 persen lebih rendah terhadap semua penyebab kematian dan 28 persen lebih rendah terhadap kanker dibandingkan dengan orang yang tidak mengikutinya.
Cara Melakukan Diet Mediterania
Sangat disarankan untuk memulainya secara bertahap jika ingin mengikuti diet mediterania.
Beberapa hal yang perlu dilakukan selama menjalani diet ini adalah sebagai berikut:
- Memperbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Selama menjalani diet mediterania, Anda harus mengonsumsi antara 5 dan 8 porsi sayur dan buah setiap hari, dengan satu porsi setara dengan setengah piring. Kemudian, Anda harus lebih banyak makan biji-bijian utuh, seperti roti gandum, pasta, dan sereal.
- Rutin Mengonsumsi Protein
Jika Anda mengikuti diet Mediterania, Anda masih dapat memenuhi kebutuhan protein Anda dengan makan ayam tanpa lemak atau ikan dua kali seminggu. Anda juga disarankan untuk mengolah ayam dan ikan dengan cara dibakar, direbus, atau dikukus.
- Mengurangi Konsumsi Lemak Tidak Sehat
Mengurangi asupan lemak tidak sehat, seperti lemak trans dan jenuh yang ditemukan dalam minyak goreng dan margarin, adalah bagian penting dari diet Mediterania. Anda juga bisa menggunakan minyak zaitun untuk memasak.
- Memilih Camilan Sehat
Selama diet ini, Anda diizinkan untuk mengurangi jam makan dengan mengonsumsi camilan sehat seperti kacang-kacangan, buah kering, atau buah segar tanpa garam.
Anda juga boleh sesekali makan makanan manis atau menambahkan gula ke kopi hitam. Itu karena tubuh masih membutuhkan gula dalam jumlah normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









