AKURAT.CO Kejang merupakan kontraksi otot yang tidak sengaja, biasanya tidak berbahaya dan sementara, tetapi dapat menimbulkan rasa sakit.
Tidak menutup kemungkinan bahwa kejang bisa menjadi suatu hal yang berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.
Kejang bisa menyerang semua kalangan, baik itu anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang lanjut usia pun bisa mengalami kejang. Kejang yang berlebihan sudah termasuk ke dalam penyakit, yang mana biasa dikenal dengan epilepsi yang disebabkan oleh kelainan genetik, cedera otak yang dialami seperti trauma atau stroke.
Lantas bagaimana cara mengatasi anak yang kejang dengan baik?
Dikutip dari akun Instagram momuung.id, Rabu (13/9/2023), berikut cara mengatasi anak kejang dengan baik:
6 Cara Mengatasi Anak Kejang
- Saat anak mengalami kejang segera posisikan anak dengan miring
- Kepala anak disanggah dengan bantal/cusion
- Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak saat mengalami kejang
- Dampingi anak saat kejang
- Hitung berapa lama anak mengalami kejang
- Direkam sebagai bahan untuk mengonsultasikan ke dokter.
Ada beberapa cara lain yang bisa mengatasi anak kejang, di antaranya ialah:
- Longgarkan pakaian anak, terutama pada bagian leher
- Jangan menahan anak saat kejang karena dapat memicu terjadinya patah tulang dan
- Segera memanggil ambulans atau bawa anak ke UGD jika kejang yang dialami sudah lewat dari 5 menit.
Penyebab Kejang pada Anak-anak dan Orang Dewasa
Penyebab kejang pada orang dewasa dengan anak kecil itu hampir sama. Berikut ini penyebab kejang pada anak-anak maupun orang dewasa.
- Penyebab kejang pada anak-anak
- Demam. Kejang pada anak yang disebabkan oleh demam, biasa disebut dengan kejang demam. Kondisi ini tidak terlalu berbahaya dan biasanya terjadi pada anak di bawah umur 4 tahun.
- Gejala epilepsi. Sekiranya ada 30 persen anak yang didiagnosis menderita epilepsi, anak dengan gejala ini akan mengalami ke kambuhan kejang hingga dewasa. Tetapi pada sebagian lainnya kejang bisa membaik seiring berjalannya waktu.
- Cedera kepala. Anak dengan cedera kepala akan mengalami kejang satu minggu pertama setelah cedera kepala terjadi.
- Meningitis. Kejang pada anak yang paling serius disebabkan oleh meningitis atau peradangan selaput otak. Meningitis biasanya ditandai dengan gejala kejang, tetapi juga gejala lain seperti, demam, rewel, sakit kepala hingga ruam kulit.
- Penyebab kejang pada orang dewasa
- Infeksi sistem saraf yang disebabkan oleh bakteri, parasit atau virus dapat menyebabkan terjadinya kejang secara berulang pada orang dewasa.
- Tumor otak. Kejang pada orang dewasa sering kali menjadi tanda pertama adanya tumor atau kanker otak. Jika kejang memburuk dan berulang, hal tersebut menunjukkan terjadinya pendarahan atau pembengkakan pada otak.
- Cedera kepala juga menjadi penyebab dari kejang pada orang dewasa.
- Penyakit kardiovaskular. Sejumlah penyakit kardiovaskular seperti dara tinggi (hipertensi) dan stroke dapat pemicu terjadinya kejang.
- Faktor gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat bisa menjadi salah satu penyebab kejang. Efek dari gaya hidup ini mengakibatkan tidak seimbang elektrolit/ion tubuh, atau kondisi metabolik yang ditandai oleh gangguan ginjal, hati dan sebagainya.
- Stres dan depresi. Gangguan suasana hati bisa menjadi penyebab awal dari segala penyakit, seperti halnya kejang bisa terjadi akibat stres yang berkepanjangan. Jenis kejang yang disebabkan oleh stres ialah disebut dengan pseudoseizure.
Itu dia cara mengatasi kejang pada anak dengan baik serta penyebab terjadinya kejang pada anak maupun orang dewasa.
Jadi para ibu tidak perlu khawatir lagi bagaimana cara mengatasi anak yang kejang, intinya jangan panik ketika anak mengalami kejang. Segera lalukan cara yang sudah dijelaskan di atas dan segera konsultasikan ke ahlinya jika kejang terus berlanjut dan berulang. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








