Waspada! Demam Berdarah Pada Anak Semakin Meningkat

AKURAT.CO, Hujan deras baru-baru ini memunculkan kekhawatiran yang semakin meningkat terkait wabah demam berdarah. Kemungkinan demam berdarah juga meningkat karena banjir yang meluas di berbagai negara. Terlebih anak-anak sangat rentan terhadap efek berbahaya demam berdarah.
Demam berdarah disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air. Selama hujan atau banjir, air menggenang di berbagai tempat, menyediakan tempat yang ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Di India ditemukan peningkatan jumlah kasus demam berdarah. Hingga 8 Juli, total 136 kasus demam berdarah telah dilaporkan masuk dalam proporsi yang signifikan menyerang anak-anak.
Tahun lalu, 2.33.251 kasus demam berdarah yang mengejutkan dilaporkan dari India menurut laporan National Center for Vector-borne Diseases Control (NVBVDC) 2022 di mana terdapat lebih dari 303 kematian. Delhi mencatat 10.183 kasus dan 9 kematian pada periode yang sama
Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap efek berbahaya demam berdarah dan penyakit ini dapat berkembang pesat dari demam menjadi demam berdarah dengue dan Dengue Shock Syndrome yang dapat berakibat fatal.
Perlu diketahui, Dengue Shock Syndrome (DSS) adalah komplikasi infeksi demam berdarah dengue (DBD) yang memiliki tingkat kematian yang tinggi.
Anak-anak sering mengalami demam tinggi, sakit kepala, dan nyeri pada tubuh. Berkembangnya komplikasi seperti jumlah trombosit yang rendah dapat menyebabkan mereka mengalami pendarahan dari hidung, gusi, usus, kesulitan bernapas, pembengkakan pada tangan, wajah, kaki, dan tekanan darah rendah. Gejala-gejala ini merupakan situasi kritis dan harus segera diobati.
Setiap anak yang demam harus segera diperiksakan ke dokter untuk memastikan diagnosis dini dan intervensi jika terjadi komplikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





