AKURAT.CO, Sebagai sarana untuk menghilangkan limbah dan kelebihan air yang tidak dibutuhkan di dalam tubuh, urin memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh.
Urin melewati sistem saluran kemih, jalur yang berisi ginjal yang menyaring limbah dari darah, sebelum meninggalkan tubuh.
Urin juga dapat digunakan untuk mendiagnosa berbagai penyakit. Faktanya, rona urin dapat mengungkapkan informasi penting tentang kesehatan internal setiap individu. Dehidrasi biasanya ditandai dengan urin berwarna kuning gelap, sedangkan urin kemerahan mungkin bersifat kanker.
Ada banyak penyebab lain dari urin berwarna merah muda, cokelat, ungu, atau seperti susu, termasuk makanan yang dimakan, obat yang dikonsumsi, dan gangguan medis tertentu. Banyak gangguan yang dapat didiagnosis melalui warna urin.
Urin kuning pucat
Karena pigmen urobilin yang diproduksi oleh tubuh, urin yang khas berwarna kuning pucat. Bergantung pada berapa banyak air yang dikonsumsi, warna urin yang khas dapat berkisar dari jerami hingga kuning tua.
Ginjal mengambil lebih banyak air dari urin saat seseorang mengalami dehidrasi, seperti setelah berolahraga saat panas, dan mengembalikannya ke tubuh untuk menjaga keseimbangan air. Akibatnya, pigmen alami urin menjadi terkonsentrasi, memberikan rona kuning gelap.
Urin tidak berwarna
Jika seseorang mengonsumsi lebih banyak air daripada yang dibutuhkan tubuh, ginjal akan mengeluarkan kelebihan air dalam bentuk urin yang tidak berwarna. Urin seringkali tidak berwarna jika kita cukup terhidrasi.
Urin kuning tua
Urin yang berwarna kuning gelap seringkali disebabkan oleh penyakit kuning.
Urin mungkin tampak kuning tua atau orange jika seseorang meminum obat seperti vitamin B kompleks, sulphasalazine (digunakan untuk mengobati kolitis ulserativa), atau phenazopyridine (digunakan untuk meredakan ketidaknyamanan akibat infeksi saluran kemih).
Urin berwarna kemerahan
Terkadang, urine bisa berwarna kemerahan akibat pendarahan internal di saluran kemih, misalnya akibat batu, kanker, atau infeksi. Dalam kasus gangguan glomerulus primer yang dikenal sebagai glomerulonefritis, urin mungkin juga berwarna kemerahan.
Urin berwarna cokelat tua
Jangan pernah mengabaikan urin berwarna cokelat tua karena hal tersebut bisa menjadi indikasi pertama kanker kandung kemih atau ginjal.
Batu ginjal dan infeksi saluran kemih meenjadi kemungkinan penyebab tambahan.
Dehidrasi, infeksi saluran kemih, atau penggunaan kateter urin jangka panjang semuanya bisa menjadi indikator urin yang keruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia




