Kasus Militer Mabuk di Okinawa, Jepang Desak AS Perketat Disiplin Tentaranya

AKURAT.CO Jepang mendesak Amerika Serikat untuk memperketat disiplin di kalangan personel militernya. Desakan ini dilakukan menyusul penangkapan seorang anggota Marinir AS atas dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk di Okinawa — wilayah di mana pasukan AS kini dikenai jam malam akibat kasus pembunuhan yang terjadi sebelumnya.
Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menyatakan bahwa pihak Tokyo telah meminta otoritas AS untuk mengambil langkah-langkah efektif guna mencegah insiden serupa di masa depan. Ia juga meminta AS memastikan kepatuhan terhadap pembatasan yang diberlakukan setelah seorang anggota Marinir lainnya didakwa melakukan pembunuhan di pulau yang terletak di Jepang bagian selatan tersebut.
"Kami ingin mereka menanggapi insiden ini dengan serius," ujar Koizumi kepada para wartawan, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Jepang, Kyodo.
Pada 26 Oktober, jaksa penuntut Jepang mendakwa seorang anggota Marinir AS berusia 20 tahun atas tuduhan pembunuhan dan perampokan, yang berkaitan dengan kematian seorang wanita di sebuah hotel di Okinawa pada 3 Oktober.
Jaksa menduga bahwa anggota Marinir tersebut mencekik korban menggunakan kabel telepon.
Kasus ini memicu kemarahan publik dan menghidupkan kembali perdebatan mengenai keberadaan militer AS di Okinawa, wilayah yang menampung sebagian besar pasukan Amerika yang ditempatkan di Jepang.
Menyusul kejadian tersebut, jam malam selama 30 hari diberlakukan bagi personel militer AS di pulau itu, disertai dengan larangan mengonsumsi alkohol selama dua hari.
Jepang menampung sekitar 54.000 personel militer AS berdasarkan aliansi keamanan jangka panjang dengan Washington. Tindak kriminal yang melibatkan anggota militer Amerika telah berulang kali memicu ketegangan dengan masyarakat setempat, khususnya di Okinawa.
Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, sebelumnya menyatakan bahwa pihak berwenang sedang meninjau kembali aturan yang mengatur perilaku personel militer AS di luar pangkalan mereka, menyusul kasus pembunuhan tersebut.
Peraturan yang berlaku saat ini—yang sempat diperketat pada tahun 2024 setelah terjadinya kasus kekerasan seksual yang melibatkan anggota militer AS di Okinawa—melarang personel AS untuk mengonsumsi alkohol di tempat umum di luar instalasi militer, serta melarang mereka mengunjungi bar antara pukul 01.00 hingga 05.00 pagi.
Sumber: Sana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Prabowo Pimpin Ratas Kabinet, Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November








