Waspada! Inilah 5 Jenis Bakteri Penyebab Diare

AKURAT.CO, Kamu perlu mengetahui bakteri penyebab diare agar bisa terhindar dari serangan infeksi bakteri tersebut.
Diare merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar (BAB). Tekstur feses yang dikeluarkan saat BAB lebih encer dari biasanya. Salah satu penyebab diare yaitu bakteri. Bakteri merupakan organisme kecil yang hidup di sekitar kita. Bakteri bisa hidup di air, tanah, benda, atau bahkan di makanan. Beberapa bakteri pun hidup di dalam tubuh manusia dan tidak menyebabkan masalah.
Beberapa jenis bakteri memang dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau air yang terkontaminasi dan menyebabkan diare. Sebenarnya diare juga bisa disebabkan berbagai hal seperti penggunaan obat-obatan tertentu, intoleransi laktosa atau fruktosa, mengonsumsi pemanis buatan, pascaoperasi, atau karena kondisi medis tertentu. Namun penyebab yang paling sering yaitu virus dan bakteri.
Jenis bakteri penyebab diare
Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (10/2/2023) berikut ini jenis-jenis bakteri yang menyebabkan diare:
1. Escherichia coli atau E. coli
Sebagian besar bakteri Escherichia coli atau E. coli hidup di dalam usus manusia dan hewan tanpa menimbulkan masalah kesehatan. Namun, ada beberapa jenis E. coli yang bisa membuat infeksi parah pada manusia. Bakteri E. coli sering ditemukan di sayuran atau buah yang tidak dicuci bersih, daging mentah, dan susu segar. Bakteri yang selama ini hidup di sapi bisa tercampur ke daging giling. Maka daging sapi yang kurang matang saat dimasak bisa mengontaminasi manusia.
Selain itu, bakteri E. coli bisa masuk ke tubuh manusia lewat air minum yang terkontaminasi limbah atau dari satu orang ke orang lain bila tidak mencuci tangan dengan benar. Jika manusia sudah terkontaminasi oleh bakteri ini maka bisa menyebabkan diare.
Untuk mencegah infeksi bakteri ini, kamu bisa kamu dapat menerapkan hidup bersih. Lebih baik mencuci buah dan sayuran dengan air mengalir sebelum mengonsumsinya, memasak daging hingga benar-benar matang, dan menghindari konsumsi susu segar yang belum dipasteurisasi.
2. Salmonella Enterica
Bakteri Salmonella juga bisa menjadi penyebab diare. Salmonella merupakan bakteri yang menginfeksi usus. Infeksi bakteri Salmonella dapat menyebar dari usus ke alirah darah dan ke organ tubuh lainnya dan jika tidak segera ditangani akan menyebabkan kematian.
Salmonella bisa mengontaminasi manusia melalui makanan yang sudah terkontaminasi kotoran hewan, seperti daging sapi, unggas, susu, atau telur, serta buah dan sayuran yang tidak dicuci dengan baik.Pastikan kamu tetap menjaga kebersihan dengan selalu cuci tangan setelah memegang atau membersihkan kandang hewan dan kotorannya.Untuk menghindarinya kamu bisa masak makanan dengan bersih dan matang, suci tangan setelah dari toilet, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, saat mengganti popok, dan setelah menyentuh binatang.
3. Shigella
Shigella merupakan bakteri penyebab diare yang lainnya. Bakteri ini hidup di air dan makanan yang kotor. Saat mengontaminasi manusia, bakteri Shigella melepaskan racun yang dapat mengiritasi usus sehingga dapat menyebabkan diare. Bakteri Shigella dapat ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi kotoran.
Infeksi bakteri ini umumnya menyebabkan diare pada anak atau balita. Sebab mereka sering memasukkan tangannya ke dalam mulut. Apabila belum mencuci tangan dengan bersih setelah bermain dan menyentuh benda kotor, mereka bisa terkena diare. Tangan yang tidak dicuci seusai mengganti popok bayi dan balita juga bisa menjadi salah satu yang menjadi penyebabnya.
4. Campylobacter
Bakteri ini menginfeksi usus kecil manusia dan bisa menyebabkan diare. Bakteri Campylobacter biasa ditemukan pada burung dan ayam. Saat disembelih, bakteri bisa beralih dari usus burung atau ayam ke otot-ototnya. Otot-otot inilah yang kemudian dimakan oleh manusia.Bakteri ini juga banyak ditemukan pada daging ayam mentah, produk olahan susu yang tidak dipasterurisasi, dan air yang terkontaminasi. Infeksi ini dapat berakibat fatal pada seseorang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Infeksi bakteri Campylobacter dapat dicegah dengan memasak daging hingga benar-benar matang, selalu mencuci tangan setelah memegang hewan ternak atau hewan peliharaan, serta menghindari konsumsi susu dan produk olahannya yang tidak dipasteurisasim dan menjaga kontak dengan orang ataupun hewan yang terkontaminasiInfeksi Campylobacter cenderung lebih mudah menyerang anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem kekebalan terganggu ataupun kekurangan gizi.
5. Vibrio Cholerae
Infeksi bakteri Vibrio Cholerae disebut juga dengan penyakit kolera yang merupakan penyakit menular sehingga menyebabkan diare parah, bahkan bisa menimbulkan dehidrasi. Bila tidak segera ditangani, penyakit ini bisa berujung pada kematian.
Bakteri Vibrio Cholerae dapat menginfeksi manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Makanan atau minuman tersebut terinfeksi melalui kotoran manusia yang mengidap kolera. Biasanya bersumber dari pasokan air atau es yang terinfeksi serta makanan dan minuman yang dijual tanpa memerhatikan segi kebersihannya. Demikian juga dengan ikan dan makanan laut mentah atau setengah matang yang ditangkap di perairan tercemar limbah bisa menyebabkan infeksi bakteri ini.
Itulah jenis bakteri penyebab diare. Agar kamu terhindar dari risiko penularannya, kamu perlu memastikan bahwa makanan yang kamu konsumsi diolah dengan bersih dan keadaan yang matang. Yang paling terpenting adalah menjaga kebersihan.
Diare memang wajar dan sering dialami, namun jika tidak ditangani dengan baik, diare yang akut ini bisa berpotensi mengancam jiwa. Semoga bermanfaat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





