Akurat

Takut Ketinggalan Tren, Ini 11 Dampak Negatif FOMO

| 1 Februari 2023, 13:15 WIB
Takut Ketinggalan Tren, Ini 11 Dampak Negatif FOMO

AKURAT.CO, Media sosial kini semakin banyak digunakan, terutama oleh kaum milenial. Terlepas dari itu semua, banyak dampak negatif FOMO yang berhubungan dengan media sosial. Bahkan media sosial menjadi salah satu platform yang menyebabkan dampak negatif FOMO tersebut.

FOMO atau Fear of Missing Out  merupakan gangguan kesehatan mental yang menyebabkan seseorang terus menerus merasa takut tertinggal oleh informasi yang terus berkembang.

Muncul dari sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren dan hal lainnya yang dilakukan oleh orang lain dan tidak bisa ia lakukan.

FOMO juga bisa sesederhana ketika bangun tidur langsung membuka sosial media, penasaran berita apa yang lagi rame, hal apa yang sedang tren, scrolling TikTok sampai lupa waktu. Tanpa disadari, hidup kita dipengaruhi oleh tren yang ada di media sosial.

Dengan rasa ketakutan tertinggal informasi atau momen di media sosial, seseorang menganggap kehidupan orang lain lebih menyenangkan dibandingkan dirinya, sehingga berusaha melakukan hal yang sama.

Istilah FOMO sering dihubungkan dengan masalah kesehatan mental yang dialami oleh generasi milenial. Lantas apakah FOMO berbahaya dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan mental kita? Tentu ada dampak negatif yang disebabkan oleh FOMO.

Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut.

Dampak Negatif FOMO

Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (1/2/2023) berikut ini merupakan dampak negatif FOMO:

1. Merusak hubungan sosial

Rusaknya hubungan sosial seseorang baik di dunia nyata maupun di media sosial karena terlalu terobsesi dengan kehidupan orang lain. Hal ini merupakan dampak negatif FOMO bagi kehidupan sosial.

2. Boros dan sulit menabung

FOMO juga berdampak pada finansial, seorang yang mengalami FOMO menjadi sangat konsumtif karena cemas dan takut akan tertinggal dari orang di sekitarnya. Rela mengeluarkan uang untuk membeli barang-barang sebenarnya tidak terlalu penting bahkan tidak dibutuhkan. Dengan tujuan hanya untuk menyetarakan derajatnya seperti orang yang dilihat di media sosial. Lebih parahnya, mereka rela mengambil pinjaman supaya bisa memenuhi keinginan mereka.

Dampak negatif FOMO ini membuat seseorang sulit menabung. 

3. Meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, fisik dan psikologis

Ketika mulai khawatir dan membanding-bandingkan kehidupan sosial kita dengan orang lain, maka akan merasa cemas, lebih mudah stres dan gejala depresi. Kecemasan dari FOMO dalam jangka panjang dapat berpengaruh pada sistem kardiovaskular dan kesehatan jantung.

FOMO juga bisa menjadi pemicu frustasi akibat media sosial biasanya berupa rasa tidak bahagia, kurang bersyukur, sulit menerima keadaan diri dan ekspektasi yang berlebihan.

Terobsesi untuk mempertahankan image di media sosial dapat membuat kesehatan mental terganggu, akan lebih mudah sres, frustasi bahkan depresi, disebabkan karena terlalu memaksakan diri untuk menjadi orang lain yang bukan diri sendiri.

4. Menurunkan rasa percaya diri

Rasa percaya diri juga dapat menurun akibat membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial. Akibatnya akan merasa rendah diri karena kehidupan orang lain lebih sempurna dan bahagia.

5. Mengganggu produktifitas

Dengan sedikit-dikit memeriksa handphone, seakan memiliki dunia sendiri karena fokus hanya pada gadget. Sementara aktivitas lain dapat terbengkalai, seperti sulit berkonsentrasi saat bekerja, belajar, dan lainnya. Harusnya produktif malah terabaikan dan terlena digantikan dengan medsos.

6. Mempengaruhi kebiasaan tidur

Tubuh manusia pada dasarnya memerlukan jeda untuk mengembalikan beberapa fungsi tubuh agar bisa kembali bugar dan segar. Sekarang ini, di saat platform media sosial berkembang, manusia malah menggunakan waktu mereka beristirahat di malam hari untuk berkegiatan di media sosial. 

Kebiasaan memainkan gadget sudah menjadi kewajiban sebelum tidur, menurut para ahli bisa menyebabkan tidur menjadi gelisah. Hal ini karena adanya cahaya biru yang dihasilkan oleh gadget.

Rangsangan fisiologis pengguna terhadap lampu biru dan terang ini diduga dapat menunda ritme sirkadian. Hasilnya, setiap pengguna tidak memiliki masa tidur efektif.

7. Ketergantungan gawai makin tinggi

Saat perasaanmu terdorong kuat untuk melihat informasi terkini di medsos seperti fashion, berita viral, keseruan travelling dan sejenisnya, semakin besar intensitas berinteraksi dengan gawai, maka smartphone menjadi benda yang akan sangat melekat dengan diri kita.

8. Mengesampingkan urusan di dunia nyata

Sibuk dengan pencitraan di dunia maya, urusan di dunia nyata malah terabaikan. Seperti contoh yang seharusnya belajar, dengan terlalu asyik terhadap dunia maya tersebut, tidak jadi belajar.

9. Tidak bisa membedakan realitas dan dunia maya

Orang yang mengalami FOMO memiliki ketergantungan dengan smartphone maupun media sosial, menyebabkan tidak bisa membedakan antara realitas dan dunia maya.

Bahkan demi mendapatkan pengakuan dan pujian, mereka rela mengunggah sesuatu yang tidak terjadi sebenarnya, tidak dilakukan dan milik orang lain. Hal tersebut menyebabkan mereka lupa waktu dan mengesampingkan kehidupan nyata untuk dunia maya.

10. Membuat prestasi menurun.

Dampak negatif FOMO bisa membuat anak jadi kurang produktif akibat waktu mereka habis hanya untuk bermain di media sosial. Saat belajar, mereka jadi kurang konsentrasi karena terlalu sering membuka media sosial. Akibatnya, kondisi ini bisa menurunkan prestasi belajar anak-anak usia muda. 

11. Kecanduan

Dampak negatif FOMO yang satu ini merupakan hal paling buruk. Penggunaan media sosial yang berlebihan membuat mereka sulit lepas dari godaan untuk terus aktif menggunakannya dan tidak bisa lepas.

Ternyata ada banyak dampak negatif FOMO, alangkah baiknya kamu menghindari hal tersebut dengan mengontrol diri jika bermain media sosial. Semoga bermanfaat!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.