Akurat

dr Zaidul Akbar Jelaskan Pola Tidur Nabi Muhammad SAW agar Tidak Gampang Sakit

| 6 Januari 2022, 09:45 WIB
dr Zaidul Akbar Jelaskan Pola Tidur Nabi Muhammad SAW agar Tidak Gampang Sakit

AKURAT.CO Tidur sangatlah penting bagi tubuh. Pada saat tidur, tubuh akan memperbaiki diri, baik secara fisik maupun mental, sehingga kita merasa segar dan berenergi saat menjalani aktivitas.

Selain itu, tidur juga membantu proses tumbuh kembang, terutama pada anak-anak dan remaja, karena pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dihasilkan.Kebutuhan tidur yang tidak tercukupi, bisa menyebabkan kamu terlihat lelah, tubuh terasa lemas, menguap sepanjang hari, dan sulit konsentrasi. 

Tak hanya itu, kurang tidur dapat menyebabkan berbagai penyakit serius. Salah satunya adalah insomnia. Insomnia sendiri adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang susah tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak.

Bila dibiarkan tanpa penanganan, insomnia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, baik berupa gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, maupun serangan jantung.

Selain itu, penderita insomnia juga berisiko lebih tinggi menderita diabetes, obesitas, stroke, kanker, hingga masalah kesehatan mental, seperti gangguan suasana hati dan kecemasan.

Dokter Ahli Herbal Sekaligus Pendakwah yakni dr Zaidul Akbar, setuju bahwa seseorang yang kurang tidur bisa lebih mudah terserang berbagai penyakit. Oleh karena itu, Zaidul Akbar menyarankan orang-orang untuk tidur dengan pola Rasulullah SAW atau Nabi Muhammad SAW. 

"Kita ketahui, banyak orang bisa sakit karena kurang tidur. Padahal Rasulullah SAW sudah mencontohkan kapan waktu tidur yang baik. Ada beberapa waktu tidur yang dicontohkan oleh Rasulullah," ujar Zaidul Akbar yang dikutip dari kanal YouTube dr Zaidul Akbar Official,  pada Kamis (06/01). 

"Kalau bertanya kepada ahli nutrisi atau ahli gym, pola tidur Rasulullah ini baik dan direkomendasikan, bahkan bisa mencegah penyakit kanker, " jelasnya. 

Menurut Zaidul Akbar, Nabi Muhammad SAW melakukan tidur malam, saat bada' solat isya atau sesudah solat isya berjamaah setelah azan selesai, sekitar jam setengah delapan malam hingga pukul delapan malam. 

Apabila kamu ada aktivitas di tengah malam, Zaidul Akbar mengatakan, Nabi Muhammad SAW setelah tidur sehabis solat isya lalu bangun lagi di tengah malam, antara jam satu dan dua pagi. 

"Dalam sebuah hadist diriwayatkan bahwa Rasulullah itu tidur di bada' isya. Sebab, waktu malam tubuh sudah terasa di tubuh saat bada' isya," katanya. 

"Lalu, Rasulullah bangun lagi di tengah malam untuk solat malam, disekitar jam satu dan dua. Setelah itu, Rasulullah menunggu waktu azan subuh," sambungnya. 

Zaidul Akbar mengatakan, setelah Nabi Muhammad SAW mendengar azan subuh, Nabi Muhammad SAW akan tidur sebentar tapi tidak nyenyak sambil menunggu imam melakukan iqomah atau panggilan solat subuh. Setelah solat subuh, Nabi Muhammad SAW beraktifitas seperti biasa. 

"Sesudah azan subuh Rasulullah tidur terapin tidak tidur lelap atau nyenyak sambil menunggu waktu solat subuh berjamaah tiba / iqomah. Setelah itu Rasulullah menunggu waktu tasyaruk lalu menunggu waktu dhuha untuk solat dhuha. Lalu, setelah solat dhuha Rasulullah beraktifitas seperti biasanya atau berkunjung ke rumah istri-istrinya," ucapanya. 

"Dari ini terlihat bahwa Rasulullah tidak waktu sesudah solat subuh," tegasnya. 

Zaidul Akbar menambahkan, Nabi Muhammad SAW juga tidak tidur bahkan tidak menyukai waktu tidur saat setelah azan maghrib pada sekitar pukul enam sore sampai tujuh malam, dan sesudah azan ashar yakni pukul empat sore hingga enam sore. 

Akan tetapi, menurut Zaidul Akbar, Nabi Muhammad SAW menyukai waktu tidur sebelum dan sesudah azan zuhur, disekitar pukul 11 sampai 12 siang dan pukul satu hingga dua siang. 

"Dalam riwayat Aisha, Rasulullah suka waktu tidur sebelum dan sesudah waktu azan zuhur atau bisa disebut tidur siang. Tidur siang ini bagus untuk mengistirahatkan jantung, " tuturnya. 

Jadi, cobalah lakukan pola tidur Nabi Muhammad SAW, agar kamu tidak mudah sakit karena kurang tidur. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.