Akurat

Qory Sandioriva Cerita Proses Menyembuhkan Sakit Autoimun

| 8 Oktober 2021, 10:55 WIB
Qory Sandioriva Cerita Proses Menyembuhkan Sakit Autoimun

AKURAT.CO, Selama 13 tahun, Putri Indonesia tahun 2009 yakni Qory Sandioriva menjalani hidup berdampingan dengan kondisi penyakit autoimun.

Bahkan dia harus berobat hingga ke Korea Selatan untuk menyembuhkan penyakitnya.

Duta autoimun Indonesia itu, mengatakan penyakit autoimun memang biasa menimpa wanita dengan usia produktif seperti dirinya.

Dimana dari 270 juta penduduk Indonesia, ada 0,5 persen perempuan yang mengidap autoimun atau setara 1 juta perempuan.

Qory menyadari dirinya terkena autoimun di usia 17 tahun. Ketika itu, dia menjadi finalis termuda dari Putri Indonesia.

Kondisi yang sangat muda menjadi finalis ajang ternama itu, membuatnya memiliki tekanan besar hingga sampai stres.

Bahkan sebelum menjadi Putri Indonesia itu, dirinya kerap pingsan, sesak nafas dan sakit kepala hebat.

Saat diperiksa ke dokter, finalis Miss Universe tahun 2010 itu tak semerta-merta langsung dapat mendeteksi penyakitnya.

Dulu kata Qory, sulit untuk mendeteksi penyakit autoimun yang diidapnya. Butuh waktu sekira tujuh tahun sampai ia dinyatakan mengidap autoimun.

"Jujur saja, kalau sakit saya nggak dirasa, sakit sendi mungkin karena olahraga, sakit kepala, karena puber naik-turub menstruasinya jadi sakit perut," ujar Qory di webinar DBS eTalk Series bertajuk “Autoimmune Won’t Keep You Apart: Living Well with Loved Ones" pada Kamis (07/10).

Qory mengaku, pertama kali dirinya tidak sehat karena adanya penyakit autoimun, saat dirinya sakit tapi tidak bisa disembuhkan dengan obat apapun. 

"Saya baru tau bahwa badan saya tidak baik-baik saja, ketika sakit kepala atau sakit apapun nggak mempan pake obat apapun. Terus kulit terasa perih dan panas saat disentuh dengan jari," katanya.   

Karena penyakit ini, Qory bahkan sempat koma dan berat badannya turun drastis.

"Saya sempat koma dulu selama seminggu, Saya bangun terus bertanya tanya kenapa nggak bisa makan terus berat badan turun drastis satu mimggu," sambungnya.

Oleh karena itu, Qory menyarankan, apabila ada seseorang mengalami perih dan panas saat kulit disentuh, disertai pusing-demam maka harus secepatnya berkonsultasi ke dokter.

"Saya sarankan apabila merasa di kulit ada hal yang nggak enak nggak nyaman saat disentuh, lalu sakit kepala disertai demam yang tidak tinggi tapi badan greges-greges. Coba untuk konsultasikan ke dokter dulu," ucapnya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.