Susu Bubuk atau UHT yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Pakar

AKURAT.CO, Jika membicarakan asupan empat sehat lima sempurna, susu selalu masuk kedalamnya. Minuman ini memang sudah melekat pada banyak orang, juga sudah dikenal sejak lahir dengan pemberian ASI sebagai makanan pokok.
Susu yang umum dikonsumsi adalah susu sapi, setelah melewati proses pengolahan. Susu sendiri hadir dengan beberapa tekstur dan rasa. Ada yang cair seperti yang dikenal dengan fresh milk atau UHT, kemudian ada yang berbentuk bubuk, dan sebagainya. Mana yang lebih baik? Atau sama saja?
“Paling bagus itu fresh milk, sudah paling rekomendasi jika ingin mengkonsumi susu ya. Fresh milk bukan yang lain,” kata ilmuwan nutrisi Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, yang AkuratHealth temui di Pasific Place, Jakarta, Jumat, (14/9).
Pria berkepala pelontos ini juga mengatakan, fresh milk atau susu segar yang didapat dengan proses pasteurisasi adalah jenis susu yang paling aman dikonsumsi dengan mempertahankan kualitas tanpa mengurangi vitamin dan mineral yang membuat susu penting untuk pola makan yang seimbang serta sehat.
“Tidak direkomendasikan pertama pasti sudah tau SKM, kemudian susu bubuk juga, susu bubuk tidak sesehat dan sebagus susu sapi segar. Susu bubuk melalui berbagai proses pengolahan susu segar menjadi susu bubuk dan dapat merusak kandungan yang ada di dalamnya,” tambahnya.
Matthew yang juga dosen disalah satu Universitas swasta ini menginformasikan, susu segar yang sudah melewati proses pasteurisasi memang tidak bisa bertahan lama, hanya tiga sampai empat jam diluar lemari es.
“Tetapi susu segar kan tidak tahan lama makanya hadirlah proses Ultra High Temperatur (UHT) sebagai solusinya. Susu segar kalau lama-lama akan tumbuh banyak bakteri, dengan proses UHT mampu membunuh bakterinya dan spora. Jadi susu segar dalam bentuk UHT bisa bertahan lebih lama, dan susu inilah yang paling direkomendasikan. Manfaat dari susu akan lebih optimal bila pilih ini, kandungan yang dibutuhkan dari susu masih kumplit disini,” tutupnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





