Disney Enggan Kerja Sama dengan Roblox karena Khawatir Keamanan Anak

AKURAT.CO Disney dikabarkan menunda kerja sama dengan Roblox karena kekhawatiran terhadap keamanan anak di platform tersebut. Kabarnya, faktor keselamatan pengguna muda menjadi alasan utama keputusan itu.
Roblox memiliki sekitar 151 juta pengguna aktif harian dan menjadi salah satu gim terbesar di dunia. Basis pengguna yang masif ini menjadikannya kanal pemasaran menarik bagi berbagai merek global dan film blockbuster.
Namun, tingginya jumlah pemain di bawah usia 18 tahun memicu sorotan soal perlindungan anak. Disney menilai sistem keamanan Roblox belum cukup kuat untuk menjamin keselamatan audiens mudanya, sebagaimana dikutip dari Variety, Jumat (19/12/2025).
Sebelumnya, sempat beredar dugaan bahwa sikap Disney dipengaruhi investasinya senilai $1,5 miliar (sekitar Rp25 triliun) di Fortnite. Meski demikian, Disney menghindari Roblox murni karena pertimbangan keamanan, bukan karena persaingan platform.
Konten Disney justru berkembang pesat di Fortnite melalui kolaborasi seperti Star Wars, Marvel, hingga The Simpsons. Bahkan, mode khusus Disney di Fortnite dilaporkan sedang dalam tahap pengembangan.
Sebaliknya, penggemar Roblox belum dapat berharap pada kolaborasi serupa dalam waktu dekat. Padahal, Roblox memiliki audiens lebih besar dibanding Fortnite dan telah menjadi rumah bagi merek ternama seperti Sonic the Hedgehog dan Squid Game.
Roblox masih menuai kritik dan menghadapi gugatan terkait isu perlindungan anak. Hal ini terjadi meski platform tersebut telah memperketat aturan interaksi pengguna.
Selain itu, Roblox juga menerapkan verifikasi usia berbasis wajah dan mengklaim terus meningkatkan sistem keamanan. Namun, efektivitas langkah-langkah tersebut masih menjadi perdebatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








