Akurat

12 Karakter Game Yang Mengadopsi Tokoh Dari Indonesia

Eko Krisyanto | 12 September 2023, 13:25 WIB
12 Karakter Game Yang Mengadopsi Tokoh Dari Indonesia


AKURAT.CO Indonesia sebagai negara multikultural yang kaya akan budaya ternyata merupakan salah satu pasar industri game terbesar di dunia.

Pada 2022, berdasarkan data yang dirilis We Are Social, Indonesia menjadi negara dengan pemain game terbesar ke tiga di dunia. Atas dasar itu, tidak heran jika beberapa perusahaan game menempatkan target pasarnya di Indonesia dengan mengadopsi karakter game daru tokoh-tokoh Indonesia.

Lalu apa saja karakter game yang mengadopsi tokoh dari Indonesia?

1. Wiro Sableng (Arena of Valor)

Wiro Sableng merupakan tokoh fiksi cerita novel dari Indonesia yang juga dikenal sebagai pendekar 212. Tokoh ini diadopsi oleh Arena of Valor sebagai salah satu karakter kuat di dalam arena game dengan menggunakan Kapak Naga Maut Naga Geni 212 untuk menghabisi musuhnya.

2 Gatotkaca (Mobile Legends Bang Bang)

Gatotkaca merupakan salah satu karakter di Mobile Legends Bang Bang yang mengadopsi tokoh pewayangan Jawa dari Indonesia. Pada versi pewayangan Jawa, tokoh tersebut lebih dikenal dengan nama Gatotkoco yang terkenal dengan julukan otot kawat tulang besi. Sama seperti latar belakang ceritanya, dalam Mobile Legend Bang Bang Gatotkaca memiliki role tank dan fighter untuk bertarung di daris depan.

3. Ratu Gitarja (Civilization)

Ratu Gitarja atau Tribhuwana Wijayatunggadewi merupakan penguasa ke tiga dari kerajaan Majapahit yang memerintah pada tahun 1328 – 1351. Ratu Gitarja juga diadopsi oleh Civilization sebagai seorang pemimpin dari tiga dewi pemimpin dunia yang agung.

4. Reza (Vainglory)

Dalam serial game Vaingloy, Reza terinspirasi dari tokoh urban legend asal Bali yaitu Leak. Hal ini bisa dikonfirmasi melalui corak dan kekuatannya di dalam game yang memiliki kesamaan dengan Leak walaupun tidak sepenuhnya diadopsi.

5. Gajah Mada (Civilization)

Sama seperti Ratu Gitarja, Gajah Mada merupakan patih Kerajaan Majapahit yang sangat berpengaruh dan terkenal dengan Sumpah Palapa. Di dalam Civilization, Gajah Mada merupakan seorang jenderal yang kuat dan mahapatih yang berjasa membawa kerajaan ke puncak masa jayanya.

6. Jota (Free Fire)

Berbeda dengan pembahasan sebelumnya karakter Jota merupakan hasil kolaborasi pada ulang tahun Free Fire yang ke tiga, dengan aktor ternama Indonesia yaitu Joe Taslim.

7. Eddy Raja (Drake's Vortune Uncharted)

Indonesia merupakan negara kepualauan terbesar di dunia dan hal tersebut membuatnya menjadi negara maritim. Pada game Drake's Vortune Uncharted, Indonesia menjadi latar belakang pembentukan karakter bajak laut yang jahat yaitu Eddy Raja. Hal tersebut dapat dikonfimasi dengan beberapa ucapan bahasa Indonesia yang diucapkan Eddy Raja.

8. Kadita (Mobile Legend)

Kadita adalah karakter di dalam game Mobile Legend Bang Bang sama seperti Gatotkaca. Diceritakan di dalam gamenya Kadita merupakan penguasa laut selatan yang memiliki kekuatan air. Karakter tersebut pada dasarnya terinspirasi dari urban legend masyarakat Indonesia yaitu Nyi Roro Kidul.

9. Citra Talugmai (Far Cry 3)

Far Cry 3 membuat karakter Citra Talugmai yang terinspirasi dari masyarakat Indonesia. Tampilan karakter di dalam gamenya terlihat mengandung banyak unsur budaya dari Indonesia. Karakter tersebut juga kerap kali menggunakan bahasa Indonesia untuk berbicara.

10. Gundala (Chess Rush)

Chess Rush merilis karakter Gundala melalui event Guest Who bersamaan dengan meluncuran film Gundala. Karakter Gundala sendiri merupakan salah satu tokoh super hero asal Indonesia yang memiliki kekuatan kilat.

11. Raging Raven (Metal Gear Solid 4)

Raging Raven merupakan salah satu karakter dalam game Metal Gear Solid 4. Karakter ini di ceritakan sebagai karakter yang berasal dari Aceh dan memiliki unsur-unsur Aceh yang melekat.

12. Suhadi Sadono

Yang satu ini merupakan tokoh antagonis utama dalam game Tom Clancy's Splinter Cell: Pandora Tomorrow. Karakter ini merupakan pemimpin gerakan gerilya yang memiliki nama Darah dan Doa. Pada awalnya gerakan tersebut dibentuk sebagai organisasi bayangan yang dibentuk CIA selama konflik Timor Timur. (Sastra Yudha Muhidin) 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK