Begini Perjalanan di Balik Prestasi Timnas Esports Indonesia di SEA Games 2021

AKURAT.CO Prestasi membanggakan diraih oleh Tim Nasional Esports Indonesia di SEA Games 2021. Indonesia sukses membawa pulang 6 medali, yang terdiri dari 2 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Dibandingkan dengan SEA Games 2019, hasil ini tentunya sangat membanggakan. Mengingat, saat itu Timnas Esports hanya berhasil meraih 2 perak dan 1 perunggu.
Kunci kesuksesan Timnas Esports Indonesia, tentunya tidak bisa lepas dari dukungan dan support dari berbagai pihak, serta persiapan mereka sebelum laga SEA Games berlangsung. Tidak hanya itu, berbagai tantangan juga menyelimuti perjalanan Timnas Esports Indonesia di SEA Games 2021.
Lalu, seperti apa perjalanan di balik kesuksesan Timnas Esports Indonesia dan ada cerita menarik apa selama laga SEA Games 2021 berlangsung? Akurat.co berkesempatan langsung untuk mewawancarai Kepala Pelatih Tim Nasional Esports, Richard Permana.
Berikut rangkuman hasil wawancara Akurat.co bersama Richard Permana dalam bincang-bincang di live TikTok Akurat.co.
Dari SEA Games 2019 ke 2021 perolehan medali dari Timnas Esports Indonesia ini naik, kunci suksesnya seperti apa, ya, Kak Richard?
Mulai dari tahap persiapan, kami melakukan seleksi pelatih yang akan dipercayai untuk menangani setiap nomor cabang olahraga Esports. Lalu, dari tim Seleknas (Seleksi Nasional) juga menyiapkan atlet-atlet mana saja yang telah berprestasi dan ada jejak rekam prestasinya untuk nomor-nomor pertandingan tersebut.
Kemudian, pada saat pelaksanaan Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) di tahap 1 dan 2, tentu kami juga butuh banyak sekali tenaga bantuan pendukung dari rekan-rekan internal badan timnas. Lalu, kami juga melakukan pengkondisian situasi di lapangan akan seperti apa, apakah hening, sepi, ramai, apakah tidak akan ada kendala, apa ada kendala. Selain itu, support dari KONI, Kemenpora, juga sangat berperan sekali pada saat kami mau terbang ataupun pada saat mendarat.
Selama perjalanan, benar saja dinamikanya banyak sekali. Namun, dengan segala kerja sama dan koordinasi yang sangat tinggi di dalam internal badan Timnasnya, memungkinkan kami untuk membantu atlet Indonesia agar tidak perlu memikirkan hal yang lain-lain. Biar atlet fokus ke pertandingan saja. Di mana peralatan dan perlengkapan juga sudah dipenuhi sejak dari Jakarta.
Misalnya, ada satu nomor pertandingan berubah-ubah nih, handphonenya, dari iPhone 11 pro max berubah di detik-detik akhir jadi iPhone 12, itu pun sudah harus ada pengadaan agar atlet bisa melakukan pengkondisian device-nya. Sebab, hal itu akan sangat mempengaruhi.
Hal-hal semacam itu akan sangat membantu, kalau saya jadi atlet pun akan sangat mengapresiasi bantuan-bantuan seperti itu. Jadi, kesuksesan utama yang kami dapat itu benar-benar kesuksesan kolektif dari PBESI, IeSPA, Badan Timnas, Kemenpora, badan pendukung, staf kepelatihan tiap nomor, dan paling penting motornya sendiri yang akan bertempur di Medan perang, yaitu si atletnya tersebut.
Lalu, sebagai Kepala Tim Pelatih, apakah Kak Ricard puas dengan perolehan medali Timnas Esports tersebut?
Kalau dari sisi saya pribadi sebagai kepala, saya tidak puas karena kami ditargetkan 6 emas, tapi kami hanya bisa membawa pulang dua emas dan total 6 medali.
Namun, diatas segala itu, saya tetap harus bersyukur dan berterima kasih sekali atas semua kepercayaan yang telah diberikan kepada kami semua karena di sana dinamikanya banyak sekali.
Meskipun kami sudah memprediksi itu akan terjadi, ada faktor-faktor x lain yang menjadi penghalang. Meski begitu, kami bersyukur sekali bisa tetap bawa pulang 6 medali, sekaligus bawa pulang medali emas pertama untuk cabor Esports, gak cuma satu tapi juga dua.
Negara mana yang nih, kak yang menjadi lawan tersulit bagi Indonesia?
Tuan rumahnya itu kan Vietnam. Jadi, tentunya tuan rumah memilih game-game yang sangat mereka kuasai. Nah, dibeberapa prediksi tersebut memang kenyataan. Vietnam mendapatkan empat medali emas dari 10 nomor pertandingan, meskipun dibeberapa nomor juga Vietnam mengalami Kesulitan.
Nah, untuk nomor-nomor yang Indonesia ikuti, mungkin saingan yang berat itu ada Filipina, Thailand, sama Vietnam. Tiga negara itu sih yang menyulitkan Indonesia.
Lalu, seperti apa tantangan atau perbedaan antara pertandingan Esports dari 2019 ke 2021, khususnya di SEA Games ini?
Ada nomor-nomor yang bertahan di pertandingan, ada nomor-nomor yang memang berubah. Kenapa berubah, misalnya 2019 ada Dota terus 2021 enggak ada Dota. Jadi, itu tergantung dari tuan rumah. Tuan rumah terserah mau pilih game apapun.
Kalau Indonesia jadi tuan rumah, terserah kita tuh mau tandingin sepuluh nomor atau 12 nomor. Terus game-nya mau apa saja, terserah kita. Dan kita pastinya memilih game yang kita kuasai. Mungkin sudut pandangnya seperti itu. Makanya, untuk game FIFA Online 4 atau CrossFire Vietnam merasa pede sekali dan diikutsertakan dalam pertandingan.
Terus Sea Games tahun depan ada lagi di Kamboja. Kalau saya tidak salah dengar, itu perwakilan dari Kamboja mungkin ada empat nomor yang akan dipertandingkan. Nomor tersebut juga enggak bisa saya tebak karena Esports di negara Kamboja belum semaju Esports di negara-negara tetangganya. Kalau kita lihat capaian prestasi negaranya, Kamboja juga medalinya minim sekali. Jadi, kita belum tahu dinamika nomor pertandingannya akan seperti apa lagi.
Apakah Kak Ricard akan dipercayai kembali jadi kepala tim pelatih?
Itu saya gak bisa jawab. Hanya dari pengurus besar yang bisa jawab. Kalau masih dipercaya saya bersyukur karena kapabilitas yang saya miliki, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan dengan maksimal oleh Timnas Esports Indonesia dalam ajang multi-event yang membawa nama negara.
Kemudian, tantangan dalam meracik Timnas Esports Indonesia seperti apa?
Karena kita ada beberapa tim yang udah jadi. Dari satu tim yang sama terus kita rekrut, ada juga yang satu tim formulanya dari player yang berasal dari berbagai macam klub. Nah, kalau dari player yang berbeda klub ini, paling bagaimana kami dengan waktu yang ada bisa menyatukan chemistry mereka
Seperti perkalian gitu, kalau ada angka satu sampai lima, paling mentok itu lima. Jadi, kita berharap enggak lima tambahan tiga tambah dua, tambah empat. Tapi, kita pengennya lima. Jadi, kali lima, kali lima, kali lima. Di mana mereka sudah jadi satu rantai yang kokoh sekali yang gak bisa dipatahkan. Itu yang jadi tantangannya.
Bagaimana dalam waktu yang singkat, kami harus isi program yang tepat untuk mereka jalankan. Baik di dalam game ataupun di luar game. Terus juga, daya tahan fisik pun perlu kami perhatikan. Lalu, kami juga perhatikan soal makanan, seperti nutrisi. Baik pada saat Pelatnas tahap 1, tahap 2, ataupun saat di lokasi arena, makanan kami bantu jaga dan kontrol.
Nah, di lokasi arena tantangannya berat juga untuk penyediaan makanan. Karena kami enggak boleh bawa makanan dari luar masuk ke dalam venue, sedangkan di dalam venue, tim pendukung kita enggak dapat makanan dari pihak panitia. Atlet juga mungkin makanannya, kurang cocok dengan lidah mereka.
Bahkan, Tim pendukung kita sampai tiga atau empat kali ditangkap polisi di venue karena kedapatan membawa makanan dari luar di dalam tas-tas kami.
Terus Kak, adakah tim yang susah diatur saat Pelatnas hingga pertandingan?
Awalnya, memang sudah ada yang bisa diajak kerja sama dan ada yang tingkat kerja samanya perlu ditingkatkan. Namun, makin menuju ke hari H, kita bisa saling kerja sama dan malah makin erat.
Kalau bisa dibilang, yang sulit diatur ya, aman ya, karena kita satu tempat dan per nomornya ada manajernya masing-masing. Jadi, dari kepala manajer Timnas itu tinggal menginstruksikan ke manajer tiap nomor. Nanti kalau ada miss, ya tiap manajer pasti ada laporannya ke manajer timnas, jadi tinggal ditindak lanjuti.
Terus, bagaimana Kak Ricard memandang potensi Esports di Indonesia?
Potensi Esports di Indonesia saya rasa akan terus melaju apalagi sebentar lagi ada liga nasional, ada kejuaraan Esports di Bali akhir tahun. Lalu, tahun depan juga akan ada Sea Games lagi.
Saya rasa apa kami hasilkan bersama kemarin di Sea Games itu akan lebih memecut lagi, menggairahkan industri Esports lagi. Yang memang angkanya menurut saya sudah fenomenal. Lalu, bagaimana dari grass root sampai pro level berapa jumlah pemain gamenya banyak sekali.
Kemudian, Pak Sandiaga Uno juga beberapa kali menyebut itu. Dukung pemerintah Indonesia juga terhadap Esports benar-benar nyata terasa, nyata terlihat, jadi saya rasa Esports Indonesia akan melesat tinggi setelah ini.
Kak Ricard sendiri sudah sudah berpengalaman entah sebagai pemain, maupun sebagai kepala tim pelatih. Nah, boleh dong kak, berbagi tips untuk jadi pemain pro player?
Untuk jadi pemain pro player itu gampang-gampang susah. Jadi, kalau kalian ada di daerah yang paling penting itu ketika nomor pertandingan beregu, kalian harus cari lawan yang lebih jago dari kalian. Terus kalian ikuti semua kompetisi yang tersedia.
Apalagi kalau kompetisi itu ada tim yang sudah ada nama atau sudah ada track record. Jadikan itu suatu tolak ukur untuk kalian melihat bahwa bkalian itu dilevel mana sih melawan tim yang sudah malang melintang di dunia Esports Indonesia.
Kemudian, berusahalah. Ketika kalian menemui kegagalan, langsung dikoreksi. Koreksiannya itu langsung kalian tes di turnamen selanjutnya. Apakah kalian bisa improve atau kalian masih jalan di tempat. Baik secara strategi gameplay, skill, mekanik, atau apapun itu istilahnya.
Lalu, di satu titik ketika kamu berhasil menang di satu turnamen bergengsi gunakan itu sebagai portofolio untuk bisa naik lagi ke level selanjutnya. Untuk kalian bisa lempar ke beberapa tim Esports di daerah kalian, supaya bisa direkrut menjadi tim profesional.
Setelah itu, kalian mungkin bisa dapat fasilitas, tunjangan, atau support seperti apapun itu dari klub. Sampai nanti di suatu titik, timnas membutuhkan jasa kalian lewat kualifikasi terbuka atau seleksi terbuka, segera ikuti jangan tunggu-tunggu. Jangan malu-malu, karena saya ingat di 2018 akhir saja medali emas ASEAN Games itu datangnya dari seorang anak SMA dari Tondano, Sulawesi. Dia ikut kualifikasi terbuka bisa mengalahkan juara dunia di final, sehingga dia dapat medali emas.
Di Sea Games pun rekor emas pertama kita Free Fire itu teman-teman dari komunitas yang sudah malang melintang dan akhirnya dapat mencetak emas.Menurut saya, enggak ada yang enggak mungkin karena di Indonesia ini gamernya jago-jago.
Seperti waktu ketua umum PBESI menayangkan setiap peraih emas, perak, dan perunggu asal daerahnya dari mana saja, beliau mungkin terkesima karena melihat asal daerahnya enggak ada yang sama.
Berarti memang yang penting mengasah skill dulu ya kak, baru melengkapi peralatan?
Bagi saya peralatan itu sebagai investasi. Ketika mereka mau mulai terjun jangan ragu buat investasi uang atau tabungan yang kalian punya untuk beli device. Kalau kalian pemain PC, belilah standar PC yang memang sesuai dengan standar turnamen. Atau ketika mau main game mobile apapun, nabunglah dari uang jajan untuk beli device yang mumpuni supaya kalian enggak ganti-ganti dalam waktu satu tahun dua tahun.
Jadi, kalian bisa fokus. Engga usah alasan kalau kalah karena device masih patah-patah atau ngelag atau apapun itu. Menurut saya, device sangat penting.
Waktu dulu zaman saya berkarir juga device nomor satu. Jadi bagi saya device dulu. Habis itu, saya enggak perlu pusing harus upgrade device, jadi tinggal mikirin strategi, latihan, simulasi, tanding. Device kita bawa terus gak perlu ganti-ganti.
Kalau dari yang kaka ceritakan, atlet Esports saat ini sudah benar-benar didukung, kalau Kaka sendiri pas terjun di dunia Esports apakah disupport juga atau seperti apa?
Saya berjuangnya itu naik oplet ke sana ke mari, tim saya juga seperti itu. Saya punya uang dari sisa hasil berjualan, baru bisa bantu beli peralatannya. Sampai akhirnya di satu titik kamu bisa menang satu turnamen bisa dapat komputer. Lalu, kami sambung-menyambung, kami rakit, akhirnya jadi lah lima inventarisasi komputer.
Namun, inventarisas tersebut kurang cukup dan kurang kuat. Akhirnya, kami balik lagi main ke warnet A, B, C. Kami latihan terus sampai akhirnya dapat sponsor. Sponsor pun dulu, mau cari satu perak pun susah sekali. Enggak ada yang mau tahu Esports, enggak ada yang mau tau gaming, sudah dijelasin tiga jam juga tetap enggak cair satu perak pun.
Sampai satu titik akhirnya kami dapat sponsor. Kami dapat permodalan untuk bisa set up tempat latihan di rumah, di garasi. Dari sana kami bisa berprestasi membanggakan Indonesia lewat event-event yang kami ikuti di luar negeri sebagai juara 1, bukan sebagai partisipan saja.
Terakhir kak, pesan atau kesan yang ingin disampaikan untuk teman-teman di luaran sana?
Melihat antusiasme para fans Esports Indonesia, itu kenceng banget saat berlaga di SEA Games. Nah, tolong dijaga saja, tetap salurkan energi positif buat para atlet atau timnas kita ketika ada kesempatan lain menghampiri lagi.
Tetap dukung apapun yang terjadi, enggak perlu toxic ataupun saling menjatuhkan satu sama lain. Apalagi menjatuhkan atlet Timnas kita yang sedang berlaga. Mereka sedang bercucuran keringat dan darah di arena pertandingan. Lalu, ada beberapa atlet saya juga harus mematikan akun Instagramnya. Saya rasa itu juga menjadi hal-hal yang tidak perlu terjadi. Harusnya banyak dukungan positif apapun hasilnya.
Sayapun ketika mereka gagal, kita gak bisa hukum mereka. Kita tetap dukung karena bagaimanapun juga timnas itu bertumbuh, dapat pengalaman tambahan. Bagaimana yang mereka tanam di timnas ini buahnya pasti akan berbuah manis dan lebat. Entah itu untuk mereka secara individu atau saat di multi-event selanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini




