Trend Kurangi Aksesori, OPPO Tetap Sertakan Kepala Charger Diperangkat Barunya

AKURAT.CO, Belakang ini, tren tidak menyertakan aksesori kepala charger dalam kotak kemasan smartphone mulai banyak dilakukan oleh sejumlah brand.
Tren mengurangi aksesori bawaan ini mulai semakin marak dilakukan sejak akhir 2020 lalu.
Saat Apple menghilangkan kepala charger pada perangkat iPhone mereka.
Berkaitan dengan hal ini, OPPO Indonesia sendiri mengaku tetap akan menyertakan kepala charger untuk perangkat mereka di generasi mendatang.
"Kami masih belum berpikir untuk menghilangkan kepala charger dari perangkat smartphone kami ke depannya. Karena isu kompatibilitas yang mungkin bisa terjadi ketika melakukan pengisian daya dengan charger-charger third party (pihak ketiga) atau charger yang bukan standar dari perangkat tersebut," papar Aryo Meidianto, PR Manager OPPO Indonesia saat peluncuran OPPO Reno7.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kehadiran kepala charger sangat penting untuk mencegah kerusakan yang muncul akibat dari penggunaan charger tidak resmi.
Aryo juga mengatakan, sebelumnya ada salah satu perangkat OPPO di India meledak karena sering di-charge menggunakan adapter charger yang tidak sesuai dengan standar pabrikan.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Aryo juga mengimbau untuk tidak menggunakan aksesori smartphone sembarangan.
Ia menyarankan untuk menggunakan kepala charger bawaan perangkat atau menggunakan aksesori pihak ketiga yang sudah memenuhi standarisasi pengisian daya smartphone.
"Kita tidak tahu material apa yang digunakan karena untuk memancing handphone itu mengeluarkan VOOC dan SuperVOOC sebenarnya membutuhkan tenaga yang besar, walaupun itu menggunakan charger third party," kata Aryo.
Ia juga mengatakan, saat ini sudah ada sejumlah vendor charger pihak ketiga yang sudah teruji dan tersertifikasi untuk mendukung fitur pengisian cepat layaknya VOOC dan SuperVOOC.
Di samping itu, ia juga mengatakan bahwa untuk melakukan pengurangan aksesori smartphone, khususnya kepala charger harus dibuat standardisasi bagaimana pengecasan daya harus sama untuk semua perangkat smartphone.
Akan tetapi, menurutnya hal itu masih sangat sulit dilakukan karena sampai saat ini produser smartphone masih melakukan penelitian dan pengembangan terhadap pengisian daya.
"Saat ini, produser smartphone masih berlomba-lomba untuk melakukan penelitian dan pengembangan terhadap pengisian daya. Bagaimana daya itu bisa menjadikan sebuah smartphone terisi dalam waktu yang sangat cepat," ujar Aryo.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





