Sulit Berhenti Minum Manis? Ini Penyebab dan 5 Cara Menguranginya

AKURAT.CO Minuman manis seperti es teh, kopi susu, minuman bersoda, hingga boba kerap menjadi pilihan untuk menyegarkan tubuh atau sekadar memperbaiki suasana hati.
Masalahnya, kebiasaan tersebut bisa sulit dikurangi ketika sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Keinginan mengonsumsi minuman manis tidak hanya dipengaruhi oleh rasa. Faktor kebiasaan, lingkungan, kondisi emosional, hingga respons otak terhadap rasa manis turut berperan.
Ketika mengonsumsi makanan atau minuman manis, sistem penghargaan di otak dapat teraktivasi sehingga seseorang merasakan sensasi menyenangkan.
Hal ini dapat membuat keinginan mengonsumsi makanan atau minuman manis muncul kembali, terutama ketika konsumsi tersebut sudah menjadi kebiasaan.
Stres, lelah, atau bosan juga dapat membuat sebagian orang mencari makanan dan minuman manis sebagai bentuk kenyamanan.
Ditambah lagi, lingkungan seperti promo minuman, ajakan teman, dan kebiasaan membeli minuman tertentu setelah bekerja dapat memperkuat pola konsumsi.
Berapa Banyak Gula yang Sebaiknya Dikonsumsi?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula bebas kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian.
Menguranginya hingga di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram per hari dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.
Gula bebas mencakup gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman, serta gula yang secara alami terdapat dalam madu, sirup, dan jus buah.
Karena itu, konsumsi minuman manis perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan setiap hari.
Minuman tersebut dapat menyumbang gula dalam jumlah cukup besar tanpa memberikan rasa kenyang yang sama seperti makanan utuh.
Dampak Terlalu Sering Mengonsumsi Minuman Manis
Konsumsi minuman berpemanis secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan gula harian.
Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko berat badan berlebih, diabetes tipe 2, dan masalah kesehatan lainnya.
Gula juga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kerusakan gigi. Bakteri di dalam mulut dapat memanfaatkan gula dan menghasilkan asam yang merusak permukaan gigi.
Baca Juga: Kena Tipu Saat Belanja di Tokopedia? Ini Cara Melapor dan Langkah yang Harus Dilakukan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







