Mengenal Chef Runy, Bikin Restoran Bercita Rasa Masakan Sang Ibu

AKURAT.CO Berbicara kuliner di Kota Bandung tidak akan ada habisnya. Restoran dan rumah makan banyak ditemukan di pusat perkotaan dan selalu ramai dikunjungi masyarakat saat sedang berlibur di Kota Kembang.
Tak cuma itu, menu yang dihadirkan pun tidak melulu cita rasa khas Sunda. Seperti salah satunya restoran atau Rumah Makan Wangi Seruni, yang tampil dengan menu rumahan dengan cita rasa Nusantara yang kuat.
Rumah makan yang berlokasi di Jalan Cimanuk Nomor 42, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, ini menghadirkan menu olahan ayam, ikan hingga sup berkuah lainnya.
Baca Juga: HUT Jakarta ke-498, Pramono Beri Diskon Pajak Sektor Hotel dan Restoran hingga 50 Persen
RM Wangi Seruni tergolong beda dengan beberapa rumah makan lainnya karena berhasil mengedepankan menu Sunda, Bali, Sulawesi dan lainnya.
Suasananya pun seperti makan di meja makan rumah-rumah pada umumnya. Bisa terlihat dari kursi dan meja makannya yang terbuat dari kayu, menyiratkan kesederhanaan rumah.
Ketika masuk, suasana restoran ini seperti dibawa ke rumah nenek pada zaman dulu.
Baca Juga: Rapat di Hotel dan Restoran Bisa Genjot Ekonomi Daerah, Komisi II DPR: Asal Tidak Bermewah-Mewah
Namun jangan kaget, karena di balik semua kesederhanaan ini, terdapat menu-menu makanan yang istimewa dan dapat memanjakan lidah para pengunjung.
Hal tersebut memang menjadi konsep yang disuguhkan Runy Hut Riantoro Bangkit, seorang chef yang sekaligus merupakan pemilik RM Wangi Seruni.
Runy memang menjadi sosok yang ingin menyebarkan kenikmatan masakan sang ibu ke seluruh pengunjung RM Wangi Seruni.
Baca Juga: PHK Massal Ancam Bisnis Hotel dan Restoran, Pemerintah Harus Turun Tangan
"Konsepnya ini sebetulnya dari masakan ibu. Nah, saya tuh ngerasa ketika ibu masak buat anaknya tuh kayaknya sama bagi semua orang. Misalnya kalau pulang ke rumah gitu ya, masakan ibu walaupun hanya sekadar ditumis kangkung atau sayur kacang, saya ngerasa nyaman saja," jelas Runy Hut Riantoro Bangkit, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/7/2025).
Restoran ini hadir menawarkan total 18 hidangan utama, meski yang paling menjadi incaran ialah ayam goreng Seruni. Ayam goreng ini disajikan dengan tambahan kremes rempah khusus yang menggugah selera.
Meski menjadi menu yang paling banyak dipesan, ayam goreng ini pada dasarnya bukan satu-satunya menu signature RM Wangi Seruni. Ada hidangan lain yang mulanya dibuat sajian khusus, yaitu sop Seruni.
Baca Juga: Krisis Mengintai: Industri Hotel dan Restoran Jakarta Terancam PHK Massal
"Sop yang kami sajikan berbeda-beda basic-nya. Sop seruni, soto Seruni kemudian soto bakso. Kemudian ada ikan kakap itu. Eh, ternyata dari perjalanan, yang keluarnya di ayam goreng. Nah, itu kan juga saya enggak bisa prediksi ya sebetulnya yang kami harapkan itu bisa jadi signature," tutur Runy.
Dengan banyaknya pesanan untuk ayam goreng Seruni, konsep dapur pun turut berubah dan lebih terbuka, meski menu lainnya dengan konsep rumahan tetap dipertahankan.
Bahkan, belum lama ini, mereka baru saja mengenalkan menu baru yaitu soto Seruni hingga tumis lember.
Baca Juga: Restoran dengan Sentuhan Rasa Peranakan dari Batam Kini Hadir di Gading Serpong
"Jadi, sebetulnya rumah makan ini tuh dibuat atas dasar kayak saya melihat ada potensilah. Ketika ibu saya masak di rumah tuh masakannya sebetulnya biasa saja, cuma kayak saya melihat ada potensi-potensi yang bisa ditunjukkan lebih," kata Runy.
Berbicara kualitas bahan makanan, RM Wangi Seruni memastikan semua dalam kondisi terjaga dan higienis. Ayamnya pun diambil dari suplier yang sudah memiliki sertifikat halal.
"Kami sekarang fokus di outlet karena kami belum genap satu tahun. Pengembangan ke depan mungkin lebih di hulu, misalnya memastikan supplier kami punya sertifikasi halal dan peternakan sendiri. Kami jelaskan semua produk kami halal, supplier juga bersertifikasi halal. Outlet pun kami berproses halal," Runy menjelaskan.
Baca Juga: Dari BBQ sampai Dakgalbi, Ini 6 Restoran Korea Terbaik di PIK
Harga makanan di RM Wangi Seruni juga beragam dan ramah di kantong, mulai dari Rp5.000 sampai Rp50.000. Terdapat juga hidangan tambahan di luar menu utama, seperti tahu goreng, tempe goreng, perkedel hingga telur dadar.
Sementara, untuk minuman ada 22 jenis yang bisa dipilih sesuai selera. Beberapa di antaranya ialah es cincau, cendol, hirbis, lidah buaya, kopi susu dan berbagai macam jus buah segar lainnya.
"Harga dari lima ribu sampai 50 ribu. Paling tinggi ada di sop kepala kakap utuh, bukan setengah, itu 50 ribu," ucap Runy.
Baca Juga: Jelajah 10 Restoran Jepang Terbaik di PIK: Surga Kuliner dari Sushi hingga Omakase
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








