Kadar Bromat di Le Minerale Diklaim Lebih Kecil Dibanding Brand Market Leader

AKURAT.CO Manajemen Le Minerale merespons hoaks yang menyebutkan mengandung bromat di atas ambang batas yang ditentukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Berdasarkan hasil telisikan data dari lab terakreditasi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro (BBIA) di bawah naungan Kementerian Perindustrian, bromat pada produk milik PT Tirta Fresindo Jaya (Le Minerale) berbeda dari hoaks yang beredar.
"Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kadar Bromat dalam Le Minerale jauh di bawah ambang batas yang telah ditetapkan, yaitu 10 parts per billion (ppb) atau setara dengan 0,01 mikrogram/L. Secara spesifik, kadar Bromat hanya sebesar 0,4 ppb,” papar manajemen Le Minerale sebagaimana dikutip dari akun resmi Instagram le_mineraleid, Kamis (29/2/2024).
Baca Juga: Sejumlah Ruas Jalan di Ibu Kota Terendam Banjir
"Dengan demikian, kami ingin menekankan bahwa Le Minerale aman untuk dikonsumsi. Keselamatan dan konsistensi kadar Bromat yang terjaga menunjukkan komitmen kami untuk menyediakan produk berkualitas tinggi yang memenuhi standar keamanan dan kesehatan,” lanjut akun tersebut.
Adapun atas aman kandungan Bromat yang ditoleransi menurut pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah 10 ppb atau 10 mikrogram/L.
“Secara berkala, Le Minerale menjalani uji kadar Bromat setiap enam bulan melalui satu-satunya lembaga terakreditasi untuk uji bromat, BBIA. Uji laboratorium terakhir dilakukan pada Desember 2023, dan hasilnya menunjukkan bahwa kadar Bromat dalam Le Minerale tetap konsisten,” urai akun tersebut.
Sementara itu, pakar farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Zullies Ikawati mengatakan bahwa Bromat merupakan produk yang terbentuk saat air minum didesinfeksi dengan proses ozonisasi.
Baca Juga: Viral di TikTok! Ini Cara Main dan Link Kuis Cake Resume yang Bisa Mengenali Jenis Kepribadian
Bromat bisa terbentuk saat ozon yang dipakai untuk mendesinfeksi air minum bereaksi dengan Bromida alami yang ditemukan di sumber air.
Penjelasan asal-asalan si content creator bahwa kandungan Bromat ditandai dengan rasa agak manis, menurutnya tentu saja tidak tepat.
"Itu sebenarnya adalah tidak benar, karena bromat itu tidak berasa. Isu yang ramai itu dipastikan adalah hoaks. Jika benar ada data laboratorium yang ditampilkan, pastikan sumbernya valid, apakah dari lab yang terakreditasi, laboratoriumnya dari mana,” kata Prof. Zullies.
"Jika benar ada data laboratorium yang ditampilkan, pastikan sumbernya valid, apakah dari lab yang terakreditasi, laboratoriumnya dari mana,” kata Prof Zullies.
Baca Juga: KPK Periksa Ahmad Faiz Mubarok, Anak Buah Pius Lustrilanang
Dia pun mengajak masyarakat agar berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak langsung mempercayai sumber tersebut tanpa melakukan pengecekan dan verifikasi pada pakar atau ahli.
“Jangan langsung percaya dan menyebarkannya lagi, tanyakan pada yang dirasa lebih ahli,” saran Prof Zullies.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









