8 Makanan Yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali, Dapat Membahayakan Tubuh

AKURAT.CO Memanaskan makanan masih menjadi kebiasaan banyak orang. Seringnya kita akan memanaskan makanan supaya hangat dan juga menghemat waktu. Namun, terdapat makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali, karena akan membahayakan kesehatan.
Memanaskan makanan akan menghilangkan nilai gizi, nutrisi dan kandungan vitamin yanga da di dalamnya.
Dikutip dari beberapa sumber, Rabu (30/8/2023), berikut makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali.
Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan Kembali
1. Kentang
Makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali yang pertama yaitu kentang. Kentang yang dipanaskan akan kehilangan nilai gizinya, bahkan jika dibiarkan dalam waktu yang lama di suhu ruangan, kentang bisa menjadi racun.
Makan kentang yang dipanaskan dapat menyebabkan mual, penyakit, bahkan keracunan makanan.
2. Nasi
Nasi merupakan salah satu makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Nasi mentah mengandung spora yang dapat diubah menjadi bakteri dan dapat bertahan bahkan setelah nasi dimasak.
Nasi yang dibiarkan pada suhu ruangan dapat berkembang biak dan menghasilkan racun yang dapat menyebabkan diare dan muntah.
3. Telur
Makanan yang mengandung protein ini jika dipanaskan kembali pada suhu tinggi dapat membuatnya beracun, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan.
Apapun bentuknya, baik itu telur orak-arik atau telur rebus, jangan pernah memanaskan kembali.
4. Ayam
Makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali adalah ayam. Ayam sangat kaya akan protein yang akan berdampak negatif jika dipanaskan kembali.
Hal ini bisa menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung, masalah lambung, dan lain-lain. Jika benar-benar ingin memanaskan kembali ayam yang telah dimasak, kita bisa melakukannya dengan suhu rendah untuk durasi yang lebih lama.
Cara terbaik untuk mengonsumsi ayam simpanan adalah dengan memasukannya ke dalam salad dingin atau sandwich dingin.
5. Lobak
Memanaskan kembali lobak sangat membahayakan. Lobak biasanya digunakan dalam pembuatan sup.
Sayur lobak mengandung nitrat yang apabila dipanaskan kembali bisa menjadi racun.
6. Jamur
Jamur kaya akan protein, maka harus dikonsumsi pada hari yang sama saat dimasak. Karena diperkaya dengan protein, strukturnya berubah saat dipanaskan kembalim yang bisa berbahaya bagi tubuh.
Saat mengonsumsi jamur yang dipanaskan kembali, hal ini menempatkan diri pada risiko masalah pencernaan dan bahkan jantung yang serius.
7. Minyak
Makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali adalah minyak. Minyak yang digunakan beberapa kali dapat menimbulkan risiko kesehatan, yakni dapat meningkatkan risiko pembentukan aldehida.
Aldehid sendiri sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan penyakit degeneratif lainnya.
Selain minyak sayur goreng, minyak jenis lain seperti minyak zaitun, minyak jagung, minyak kanola dan lain-lain juga tidak boleh dipanaskan secara berlebihan saat memasak.
Minyak nabati ini diketahui menghasilkan racun yang diturunkan oleh asam lemak berupa 4-hydroxytrans-2nonenal (HNE) yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan saraf.
8. Daging olahan
Daging olahan merupakan makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Daging olahan seperti sosis, ham, dan daging asap memiliki kandungan protein dan sodium nitrit yang tinggi. Jika dipanaskan secara berlebihan, kedua kandungan tersebut dapat berubah menjadi nitrosamin.
Nitrosamin sendiri merupakan senyawa berbahaya yang terbentuk dari hasil pemanasan berlebihan senyawa nitrat atau nitrit dari makanan. Nitrosamin diketahui bersifat karsinogenik dan dapat meningkatkan risiko kanker.
Meski sebenarnya daging olahan umumnya sudah matang, mungkin kurang nikmat jika tidak menyantapnya hangat-hangat. Untuk mengurangi risiko kesehatan, Anda bisa memanaskan kembali daging olahan yang telah dimasak menggunakan suhu 70derajat selama dua menit. Pastikan alat masak yang Anda gunakan panas merata.
Demikian penjelasan mengenai makanan yang tidak boleh dipanaskan kembali. Semoga bermanfaat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





