Akurat Logo

Benarkah Susu Gandum Lebih Sehat Dari Susu Sapi? Ini Faktanya!

| 15 Juni 2023, 10:29 WIB
Benarkah Susu Gandum Lebih Sehat Dari Susu Sapi? Ini Faktanya!

AKURAT.CO. Susu merupakan salah satu sumber gizi yang penting dalam pola makan sehari-hari. Selama bertahun-tahun, susu sapi telah menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan nutrisi lainnya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, susu gandum mulai mendapatkan perhatian sebagai alternatif yang lebih sehat. 

Lantas, apakah susu gandum lebih sehat dari susu sapi? Simak selengkapnya di bawah ini.

Susu gandum adalah minuman nabati populer yang dibuat dengan gandum, air, dan terkadang beberapa bahan lainnya. Tak bisa dipungkiri, hasil jadi antara susu gandum dengan susu sapi biasanya tak jauh berbeda. Krimnya yang lembut menjadikannya pilihan non-susu yang baik untuk minuman berbusa seperti latte.

Proses pembuatan susu gandum melibatkan penggilingan biji gandum menjadi bubuk halus dan kemudian mencampurkannya dengan air. Selain itu, beberapa produsen juga memperkaya susu gandum dengan vitamin dan mineral tambahan untuk meningkatkan nilai gizinya.

Pertama-tama, mari kita lihat nilai gizi dari susu gandum. Susu gandum kaya akan serat, protein, dan lemak sehat. Serat dalam susu gandum dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengurangi risiko penyakit jantung, dan memperbaiki kontrol gula darah. Susu gandum juga mengandung lebih sedikit lemak jenuh daripada susu sapi, sehingga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kelebihan berat badan.

Selain itu, susu gandum mengandung sejumlah besar vitamin dan mineral penting. Ini termasuk vitamin B, vitamin E, zat besi, magnesium, fosfor, dan seng. Vitamin dan mineral ini berperan dalam berbagai fungsi tubuh, seperti memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperbaiki kesehatan tulang, dan meningkatkan kesehatan kulit.

Namun, susu gandum memiliki lebih banyak karbohidrat.Itu sangat penting jika Anda mencoba memantau asupan karbohidrat Anda, atau jika Anda menderita diabetes. Segelas susu gandum mengandung sekitar 15-20 gram karbohidrat, sedangkan segelas susu sapi biasa hanya mengandung sekitar 8 gram.

Biasanya, susu gandum dianggap bebas gluten.Tetapi Anda perlu memeriksa aditifnya.Jika dibuat dengan oat bebas gluten bersertifikat, itu adalah pilihan bebas gluten yang baik. Jadi untuk menjawab apakah susu gandum lebih sehat dari susu sapi, itu semua tergantung kebutuhan Anda.

Meskipun susu gandum memiliki kelebihan gizi, perlu dicatat bahwa susu sapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. Susu sapi adalah sumber utama kalsium, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang yang kuat. Susu sapi juga mengandung vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium dengan lebih baik. Selain itu, susu sapi mengandung protein lengkap dengan semua asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh.

Namun, ada beberapa faktor yang membuat susu gandum menjadi alternatif yang menarik. Pertama, susu gandum biasanya memiliki rasa yang lebih lezat dan manis alami daripada susu sapi. Selain itu, susu gandum cocok untuk orang yang memiliki alergi atau intoleransi laktosa, karena tidak mengandung laktosa. Ini membuat susu gandum menjadi pilihan yang lebih baik bagi individu dengan masalah pencernaan terkait laktosa.

Kesimpulannya, susu gandum dapat menjadi alternatif yang lebih sehat daripada susu sapi dalam beberapa hal. Susu gandum mengandung serat, protein, dan lemak sehat yang penting bagi kesehatan tubuh. Selain itu, susu gandum juga kaya akan vitamin dan mineral penting.

Namun, perlu diingat bahwa susu sapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan, terutama sebagai sumber kalsium dan protein. Pilihan susu tergantung pada preferensi individu dan kebutuhan kesehatan masing-masing. Selalu konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter sebelum mengubah pola makan atau memutuskan untuk mengonsumsi susu gandum sebagai pengganti susu sapi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.