AKURAT.CO Margarin umum digunakan untuk menumis, olesan roti, hingga membuat kue dan roti. Namun, jenis lemak seperti margarin sering kali dihindari karena dianggap bisa membuat gemuk. Benarkah?
Menurut Made Astawan, pakar teknologi pangan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengatur batasan gula, garam, dan lemak. Batas lemak per hari adalah 67 gram atau lima sendok makan.
"Kalau kita mau memilih lemak, pilihlah lemak yang bukan hanya mengandung minyak, tetapi memiliki komponen lain," saran Made dalam konferensi pers BlueBand, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: Berat Badan Tak Kunjung Turun? Cobalah 4 Game Ini Untuk Bakar Lemak!
Konsumsi lemak berlebih, apalagi dengan kandungan lemak trans, tentu bisa membuat bobot tubuh bertambah. Salah satu hal yang bisa dilakukan menurut Made adalah membaca label kemasan margarin atau jenis lemak lainnya. Ketahui batasan lemak dan jumlah konsumsinya setiap hari untuk mencegah penambahan berat badan.
Dilansir dari Harvard Health, beberapa peneliti dan ahli gizi menyantakan bahwa margarin mengandung lemak jenuh lebih sedikit daripada mentega.
Sayangnya, meskipun margarin mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan dengan mentega, jenis lemak ini biasanya mengandung lemak trans tinggi.
obesBaca Juga: 7 Potret Transformasi Tom Cruise, Bikin Pangling Setelah Tampil Gemuk
Lemak trans dalam jumlah tinggi bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. Michael Suwito, Senior Marketing Manager Upfield, menekankan bahwa margarin BlueBand bebas lemak trans serta mengandung omega 3 dan 6.
Menurutnya, mispersepsi mengenai kaitan margarin dengan kegemukan perlu diluruskan melalui edukasi.
"Pada dasarnya, ada aturan angka kecukupan gizi dan segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidak boleh," kata Michael.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang





