Alasan Makanan Manis Bikin Ketagihan, Sebagai Bentuk Reward Response?

AKURAT.CO, Makanan manis seringkali membuat ketagihan untuk menyantapnya kembali. Ternyata, terdapat alasan mengapa seseorang menyukai makanan dan minuman manis dan cenderung ketagihan untuk kembali mengkonsumsinya.
Di dalam makanan manis, gula merupakan karbohidrat sederhana yang dapat diubah menjadi sumber energi bagi tubuh.
Gula alami dapat diperoleh dari makanan dan minuman yang secara alami sudah mengandung gula, misalnya susu dan buah-buahan.
Sementara gula tambahan biasanya didapatkan dari makanan dan minuman yang dalam proses pengolahannya ditambahkan gula.
Lantas, mengapa makanan manis bisa bikin seseorang ketagihan?
Alasan Makanan Manis Bikin Ketagihan
Dilansir dari berbagai sumber, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa makanan manis yang memadukan kandungan gula tinggi dengan lemak serta garam dapat menyebabkan kondisi yang disebut hiper palatabel.
Kondisi ini membuat seseorang cenderung makan sesuatu lebih banyak daripada yang dibutuhkan meskipun sudah merasa kenyang.
Makanan tinggi gula dan lemak sesungguhnya bisa mengatur ulang otak untuk menuntut lebih banyak konsumsi pada masa datang.
Pengukuran aktivitas otak menunjukkan otak mengatur ulang dirinya sendiri untuk lebih memilih makanan yang memuaskan. Melalui perubahan ini, tanpa disadari kita akan selalu lebih memilih makanan yang mengandung banyak lemak dan gula.
Selain itu, seperti dilansir dari Antara, dokter spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Arti Indira menjelaskan bahwa gula berlebihan akan mengaktivasi 'reward response'.
Ketika seseorang mengonsumsi gula secara berlebihan, tubuh merasa seperti diberi reward, otak akan melepaskan serotonin dan dopamin yang merupakan neurotransmitter.
Neurotransmitter berperan dalam brain reward system sehingga suasana hati menjadi bahagia dan mood menjadi lebih baik.
Namun sayangnya, selain memberikan perasaan bahagia, gula juga berpotensi menyebabkan kecanduan. Ketika perasaan bahagia mereda atau hilang, otak cenderung menginginkan perasaan itu kembali.
Ketika kadar glukosa mencapai tingkat yang rendah, ada keinginan untuk kembali mengonsumsi (craving) makanan atau minuman manis. Hal ini yang memberikan dampak kecanduan gula pada seseorang.
Alasan tersebut itu yang membuat merasa ingin makan atau minum sesuatu yang manis terus menerus.
Sedangkan dikutip dari Hello Sehat, nenek moyang manusia pada zaman dahulu mengonsumsi makanan manis dan tinggi kalori untuk bertahan hidup.
Saat ini manusia banyak mencari makanan manis untuk kepuasan lidah. Semakin kesini, banyak orang akhirnya kecanduan terhadap makanan manis.
Proses kecanduan berawal dari respons otak saat mengkonsumsi makanan manis. Gula memicu produksi hormon serotonin dan endorfin. Kedua hormon ini memiliki efek 'neurological reward' yang membuat merasa tenang dan senang.
Inilah mengapa setelah makan es krim, coklat, minuman bubble tea, dan sebagainya seseorang bisa merasakan kesenangan.
Lama-kelamaan otak menginginkan gula dalam jumlah yang lebih banyak menjadi cikal-bakal 'sugar craving'.
Selain itu, makanan manis menurunkan fungsi hormon leptin yang semestinya mengirimkan sinyal kenyang menuju otak. Dampaknya seseorang cepat merasa lapar dan ingin makan lebih banyak makanan manis.
Meski makanan manis membuat ketagihan, kamu harus bisa mengontrol diri agar tidak terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis yang terbuat dari bahan buatan.
Kebiasaan mengkonsumsi makanan manis berlebih berbahaya dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
Sebaiknya kamu mulai untuk mulai membiasakan diri untuk mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung gula tambahan.
Kamu bisa menggantinya dengan mengkonsumsi makanan yang menghasilkan gula alami seperti buah-buahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





