Akurat

Deretan Bisnis Harjo Sutanto Sang Pendiri Wings Group

Idham Nur Indrajaya | 12 September 2025, 15:14 WIB
Deretan Bisnis Harjo Sutanto Sang Pendiri Wings Group

AKURAT.CO Dunia usaha Indonesia baru saja kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Joseph Harjo Sutanto atau Tan Siek Miauw, pendiri Wings Group, wafat pada 10 September 2025 di usia 102 tahun. Kepergian Harjo Sutanto menjadi momen refleksi atas jejak panjang bisnisnya. Dari membawa sekotak sabun berkeliling kampung di Jawa Timur, ia berhasil menumbuhkan Wings Group menjadi salah satu perusahaan raksasa di sektor consumer goods. Produk-produk yang dulunya ditawarkan dari pintu ke pintu kini sudah diekspor hingga mancanegara.

Sejak puluhan tahun lalu, nama Wings Group sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Dari sabun colek hingga mie instan, produk-produknya akrab di rak warung sampai supermarket modern. Di balik kesuksesan itu, ada sosok Harjo Sutanto, pendiri Wings Group bersama Johannes Ferdinand Katuari. Mereka berhasil mengubah usaha rumahan di Surabaya menjadi kerajaan bisnis raksasa dengan portofolio yang sangat beragam.

Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana Harjo Sutanto membangun jaringan bisnis Wings Group, mulai dari sejarah awal hingga ekspansi ke sektor makanan, minuman, perbankan, dan industri bahan baku.


Dari Sabun Rumahan ke Raksasa Konsumer

Awal perjalanan Wings dimulai pada 1948. Saat itu, Harjo Sutanto bersama rekannya Johannes Ferdinand Katuari memproduksi sabun batang sederhana di Surabaya. Produk pertama yang dikenal masyarakat adalah Wings Soap atau sabun colek, yang dijual door-to-door dari kampung ke kampung. Strategi penjualan langsung ini terbukti efektif, hingga akhirnya jaringan distribusi mereka meluas melalui agen dan toko kelontong.

Perusahaan yang awalnya bernama Firma Wings terus berkembang hingga akhirnya berubah nama menjadi PT Wings Surya. Dari hanya menjual sabun rumah tangga, bisnisnya merambah ke berbagai lini kebutuhan sehari-hari dengan target pasar yang sangat luas.


Bisnis Produk Konsumer: Dari Deterjen Hingga Sabun Mandi

Salah satu tulang punggung Wings Group adalah lini perawatan rumah tangga dan kebersihan. Produk yang mungkin paling populer adalah sabun colek Ekonomi dan deterjen So Klin. Keduanya sejak lama menjadi pilihan masyarakat karena harga terjangkau dan mudah ditemukan. Selain itu, Wings juga meluncurkan berbagai produk kebersihan lain, mulai dari pembersih lantai hingga pewangi pakaian.

Tidak hanya berhenti di kebutuhan rumah, Wings juga menancapkan dominasi di perawatan pribadi. Merek sabun mandi seperti Nuvo dan GIV menjadi andalan, disusul pasta gigi Ciptadent, sampo Emeron dan Zinc, hingga produk perawatan bayi dengan brand Kodomo.


Ekspansi ke Dunia Makanan dan Minuman

Gebrakan besar Wings Group terjadi ketika mereka memasuki industri makanan. Pada awal 2000-an, Wings meluncurkan Mie Sedaap yang langsung menjadi pesaing serius Indofood dengan Indomie-nya. Produk ini berhasil merebut hati masyarakat dengan inovasi rasa dan strategi pemasaran agresif.

Selain mie instan, Wings juga memiliki lini snack melalui Calbee Wings Food, hasil kerja sama dengan Calbee dari Jepang. Dari sinilah lahir camilan populer seperti PotaBee dan KrisBee.

Di sektor minuman, Wings mengembangkan berbagai produk minuman ringan, teh, kopi, dan minuman berbasis jus. Belakangan, mereka merambah bisnis air minum dalam kemasan lewat merek Aquviva, menunjukkan bahwa ekspansi bisnisnya tidak berhenti.


Menguasai Industri Bahan Baku dan Oleokimia

Keseriusan Wings tidak hanya pada produk jadi, tetapi juga sektor hulu. Mereka mendirikan Ecogreen Oleochemical, perusahaan yang memproduksi bahan kimia berbasis minyak nabati untuk sabun, deterjen, hingga kosmetik.

Selain itu, Wings juga memiliki keterkaitan dengan PT Unggul Indah Cahaya, produsen alkylbenzene, bahan penting dalam pembuatan deterjen. Langkah ini membuat Wings lebih mandiri dalam pasokan bahan baku sekaligus memperkuat kontrol bisnis dari hulu ke hilir.


Diversifikasi ke Dunia Keuangan

Tidak banyak yang tahu bahwa Wings Group juga pernah merambah sektor perbankan. Mereka sempat memiliki Bank Ekonomi, sebelum akhirnya diakuisisi oleh HSBC Indonesia. Namun, sayap keuangan Wings tidak berhenti di situ. Keluarga pendiri tetap aktif di dunia perbankan melalui kepemilikan saham di PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB), lewat perusahaan keluarga PT Lumbung Artakencana.


Jaringan Distribusi yang Masif

Keberhasilan Wings Group tidak bisa dilepaskan dari strategi distribusi. Dari awal, Harjo Sutanto sudah fokus pada bagaimana produknya bisa masuk hingga ke pelosok. Wings membangun jaringan distribusi yang masif, menjangkau warung tradisional hingga minimarket modern.

Tak hanya itu, Wings juga tercatat sebagai mitra franchise FamilyMart di Indonesia. Langkah ini memperluas jangkauan bisnis sekaligus memperkenalkan produk mereka di lini ritel modern.


Kontribusi Sosial dan Pembangunan

Di luar dunia komersial, Wings Group juga ikut dalam proyek non-bisnis. Misalnya, keterlibatan dalam pembangunan Botanical Garden di Ibu Kota Negara (IKN) sebagai kontribusi sosial. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus mencari keuntungan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat luas.


Kesimpulan

Dari sabun sederhana di Surabaya, Harjo Sutanto berhasil membangun Wings Group menjadi salah satu perusahaan consumer goods terbesar di Indonesia. Bisnisnya kini mencakup produk rumah tangga, perawatan pribadi, makanan dan minuman, bahan baku kimia, hingga perbankan.

Perjalanan panjang ini menjadi bukti bagaimana strategi diversifikasi, distribusi yang kuat, serta keberanian masuk ke sektor baru mampu melahirkan imperium bisnis raksasa. Dengan portofolio yang terus berkembang, tidak berlebihan jika Wings Group disebut sebagai salah satu tulang punggung industri konsumer di tanah air.


Baca Juga: Innalillahi... Penyanyi Legendaris Acil Bimbo Meninggal Dunia
 
Baca Juga: Adjie Soetama Meninggal Dunia, Inilah Daftar Lagu Hits Ciptaannya yang Abadi

FAQ

1. Siapa Harjo Sutanto?
Harjo Sutanto, bernama asli Tan Siek Miauw, adalah salah satu pendiri Wings Group. Ia memulai usaha dari berjualan sabun secara door to door di Jawa Timur hingga berhasil membangun salah satu perusahaan consumer goods terbesar di Indonesia.


2. Apa saja lini bisnis utama Wings Group?
Wings Group bergerak di berbagai lini bisnis, antara lain:

  • Produk kebersihan & perawatan tubuh: Nuvo, GIV, Ciptadent, Kodomo.

  • Produk rumah tangga: So Klin, Daia, WPC, Ekonomi, WPC, Mama Lemon, dan pembersih toilet.

  • Produk makanan & minuman: Mie Sedaap, Ale-ale, Teh Rio, Floridina.

  • Retail & distribusi: Franchise minimarket FamilyMart, serta jaringan distribusi luas di seluruh Indonesia.


3. Apa produk Wings Group yang paling populer?
Beberapa produk yang paling populer di pasaran antara lain: Mie Sedaap (mi instan), So Klin (deterjen), Nuvo (sabun kesehatan), GIV (sabun mandi), dan Floridina (minuman).


4. Apakah bisnis Wings Group hanya di Indonesia?
Tidak. Wings Group juga mengekspor produk-produknya ke berbagai negara di Asia, Afrika, hingga Timur Tengah. Hal ini menjadikan Wings sebagai salah satu produsen consumer goods lokal yang mampu menembus pasar internasional.


5. Apa kontribusi Harjo Sutanto terhadap pertumbuhan Wings Group?
Harjo Sutanto berperan besar sebagai pendiri dan penggerak awal Wings Group. Dengan strategi pemasaran sederhana namun konsisten, ia berhasil membangun pondasi bisnis yang kuat sehingga perusahaan terus bertumbuh dan berdiversifikasi hingga sekarang.


6. Apa hubungan Wings Group dengan FamilyMart?
Wings Group menjadi salah satu pemegang lisensi franchise FamilyMart di Indonesia. Langkah ini menunjukkan diversifikasi bisnis Wings tidak hanya di consumer goods, tetapi juga merambah sektor retail modern.


7. Kapan Harjo Sutanto wafat?
Harjo Sutanto meninggal dunia pada 10 September 2025 dalam usia 102 tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.