Akurat

10 Negara Terkaya di Dunia 2025, Bukan Amerika atau China yang Jadi Juara

Idham Nur Indrajaya | 23 Agustus 2025, 21:49 WIB
10 Negara Terkaya di Dunia 2025, Bukan Amerika atau China yang Jadi Juara

AKURAT.CO Apakah kamu pernah membayangkan negara mana yang sebenarnya paling kaya di dunia? Ternyata, jawaban ini cukup mengejutkan. Bukan Amerika Serikat atau China yang jadi juara, melainkan negara kecil di Eropa bernama Luksemburg.

Menurut data terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) awal 2025, daftar negara terkaya di dunia diukur menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dengan metode Purchasing Power Parity (PPP). Metode ini dianggap lebih akurat karena memperhitungkan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa di tiap negara.

Menariknya, ada dua negara tetangga Indonesia yang berhasil masuk ke daftar 10 besar. Lalu, siapa saja yang masuk ke dalam daftar negara terkaya dunia 2025?


Apa Itu PDB dan Kenapa Jadi Ukuran Kekayaan Negara?

Sebelum melihat daftarnya, penting untuk memahami apa itu Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), PDB adalah jumlah nilai tambah dari seluruh unit usaha dalam suatu negara, atau sederhananya total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan perekonomian dalam periode tertentu.

Kalau angka PDB dibagi dengan jumlah penduduk, maka kita bisa tahu PDB per kapita, alias rata-rata pendapatan masyarakat di negara tersebut. Dari sinilah kita bisa mengukur tingkat kesejahteraan dan kekuatan ekonomi suatu negara.


Daftar 10 Negara Terkaya di Dunia 2025

Berdasarkan data IMF dan Forbes India, berikut adalah daftar negara terkaya di dunia pada 2025.

1. Luksemburg

  • PDB per kapita PPP: US$154.910 (Rp2,53 miliar)

  • Populasi: sekitar 675 ribu jiwa

Negara mungil di Eropa Barat ini kembali menempati posisi pertama sebagai negara terkaya di dunia. Meski luas wilayahnya hanya separuh dari Pulau Madura, Luksemburg punya sektor keuangan super kuat, transportasi publik gratis, hingga standar hidup yang tinggi. Negara ini juga terkenal sebagai destinasi wisata dengan kastil dan kanal yang indah.

2. Singapura

  • PDB per kapita PPP: US$153.610

  • Populasi: 5,8 juta jiwa

Tetangga dekat Indonesia ini menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan finansial dunia. Banyak individu dengan kekayaan super tinggi (Ultra High Net Worth Individual) tinggal di sini. Meski sempat terkena imbas pandemi dan perlambatan ekonomi China, Singapura tetap konsisten berada di daftar negara terkaya.

3. Makau

  • PDB per kapita PPP: US$140.250

  • Populasi: 720 ribu jiwa

Makau, wilayah administratif khusus China, dikenal sebagai "Las Vegas of Asia". Dengan lebih dari 40 kasino, sektor pariwisata dan hiburan menjadikan Makau punya salah satu PDB per kapita tertinggi di dunia.

4. Irlandia

  • PDB per kapita PPP: US$131.550

  • Populasi: 5,2 juta jiwa

Irlandia berhasil bangkit setelah krisis finansial 2008. Kini, negara ini menjadi surga pajak bagi perusahaan multinasional seperti Apple, Google, dan Microsoft. Kontribusi besar sektor teknologi membuat Irlandia masuk empat besar negara terkaya.

5. Qatar

  • PDB per kapita PPP: US$118.760

  • Populasi: 3 juta jiwa

Qatar memiliki cadangan gas alam terbesar ketiga di dunia. Dengan populasi kecil, kekayaan minyak dan gas menjadikan Qatar salah satu negara dengan standar hidup tertinggi. Piala Dunia 2022 juga mempercepat pembangunan infrastruktur dan sektor pariwisatanya.

6. Norwegia

  • PDB per kapita PPP: US$106.540

  • Populasi: 5,5 juta jiwa

Norwegia adalah eksportir minyak utama di Eropa Barat. Negara ini juga punya dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) terbesar di dunia senilai lebih dari US$1,3 triliun, yang digunakan untuk menghadapi krisis ekonomi.

7. Swiss

  • PDB per kapita PPP: US$98.140

  • Populasi: 8,9 juta jiwa

Dikenal sebagai pusat keuangan global, Swiss kaya berkat sektor perbankan, farmasi, instrumen presisi, hingga pariwisata. Pajak rendah dan kualitas hidup tinggi membuat Swiss jadi destinasi favorit investor.

8. Brunei Darussalam

  • PDB per kapita PPP: US$95.040

  • Populasi: 458 ribu jiwa

Negara tetangga Indonesia ini punya cadangan minyak dan gas melimpah. Brunei juga dikenal dengan standar hidup tinggi serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaik kedua di Asia Tenggara.

9. Guyana

  • PDB per kapita PPP: US$91.800

  • Populasi: 831 ribu jiwa

Guyana, negara kecil di Amerika Selatan, mendadak kaya raya setelah penemuan cadangan minyak besar pada 2015. Sejak pengeboran komersial dimulai pada 2019, pertumbuhan ekonominya melesat dan menjadikan Guyana salah satu ekonomi dengan perkembangan tercepat di dunia.

10. Amerika Serikat

  • PDB per kapita PPP: US$89.680

  • Populasi: 335 juta jiwa

Sebagai ekonomi terbesar dunia, AS memang bukan nomor satu dalam PDB per kapita. Namun, dominasi globalnya tetap tak tergoyahkan berkat sektor teknologi, manufaktur, kesehatan, dan jasa keuangan. Ditambah lagi, AS punya kekuatan militer terbesar di dunia yang memperkuat posisi ekonominya.


Kenapa China dan Rusia Tidak Masuk 10 Besar?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa negara besar seperti China dan Rusia tidak masuk daftar ini?

Jawabannya ada di jumlah penduduk. Meski ekonomi mereka besar secara total, ketika dibagi rata per kapita, angka kekayaan tiap orang jadi jauh lebih kecil dibanding negara-negara dengan populasi lebih sedikit. Inilah alasan mengapa Luksemburg atau Singapura bisa lebih kaya secara per kapita meskipun wilayahnya kecil.


Penutup

Daftar negara terkaya di dunia tahun 2025 menunjukkan bahwa ukuran wilayah atau jumlah penduduk bukanlah penentu utama kemakmuran. Justru negara kecil dengan sistem ekonomi kuat, sektor keuangan maju, dan pemanfaatan sumber daya yang efisien bisa masuk ke jajaran teratas.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan ekonomi global dan peringkat negara-negara kaya dunia, pantau terus update terbarunya di media ini. Siapa tahu, di masa depan ada kejutan baru dalam daftar negara terkaya dunia.

Baca Juga: Profil dan Kekayaan Prajogo Pangestu: Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia

Baca Juga: Terbaru! Daftar 7 Orang Terkaya di Dunia, Ada yang dari Indonesia Enggak Ya?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.