Akurat

RI Berkawan Dagang Dengan Israel, Dengan Palestina Bagaimana?

M. Rahman | 12 Oktober 2023, 17:05 WIB
RI Berkawan Dagang Dengan Israel, Dengan Palestina Bagaimana?

AKURAT.CO Indonesia ternyata turut bermitra dagang dengan Palestina, selain juga dengan Israel. Tercatat, meski angkanya kecil, nilai perdagangan RI dengan Palestina mencapai USD2 juta pada 2022 lalu, terdiri dari ekspor sebesar USD823 ribu dan impor sebesar USD1,2 juta. 

Ekonom Center of Economi and Law Studies (Celios), Muhammad Zulfikar Rakhmat mengatakan nilai perdagangan RI dengan Palestina semakin fluktuatif sebagai dampak dari perang Israel - Palestina. Tahun sebelumnya di 2021, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD1,5 juta.

"Perdagangan RI-Palestina masih relatif kecil angkanya dan itu cuma sekitar USD1,5 juta di tahun 2021. Tapi tahun 2022 sempat ada pertemuan antara Kadin kita dengan Kadin Palestina yang intinya untuk meningkatkan perdagangan kedua negara tapi tidak begitu signifikan juga karena adanya konflik Timur Tengah," kata Zulfikar kepada Akurat.co, Kamis (12/10/2023).

Baca Juga: RI Surplus Dagang Dengan Israel Meski Tak Berhubungan Diplomatik, Ini Komoditas Utamanya

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia , Mohammad Faisal melihat tren perdagangan Indonesia dengan Palestina cenderung turun dan terbatas pada komoditas tertentu saja. Hal ini sebagai imbas dari konflik Israel - Palestina dimana Palestina sebagai negara terjajah mengalami banyak kendala baik dari sisi logistik, keamanan dan blokade yang terjadi secara masif.
 
"Kalau kita lihat dari kondisi ekonomi, wajar saja Israel lebih kuat (nilai perdagangan) karena dia sebagai negara penjajah. Palestina kondisi mereka diokupasi sehingga ekonominya tidak tumbuh sebagaimana mestinya. Apalagi kalau banyak blokade di sanaisini jadi banyak kendala baik dari sisi keamanan, logistik dan lain sebagainya," papar Faisal.

Surplus Dagang Dengan Israel

Sementara itu dengan Israel, Indonesia alami surplus perdagangan. Tahun 2022, Indonesia surplus dagang senilai total USD137,8 juta dengan Israel, dimana ekspor Indonesia mencapai USD185,6 juta dengan impor mencapai USD47,8 juta.

Nilai perdagangan Indonesia terus tumbuh selama 5 tahun belakangan (2018 - 2022) ke Israel. Ekspor Indonesia ke Israel naik 11% selama periode tersebut, dengan impor turut tumbuh 0,9%. 

Jika diakumulasi, selama 2014-2022 nilai transaksi dagang Indonesia dan Israel mencapai USD1,7 miliar setara Rp26,9 triliun dalam kurs Rp15.471 per dolar AS. Dengan total nilai ekspor USD1,2 miliar dolar AS dan impor USD506 juta, neraca perdagangan Indonesia surplus USD727 juta setara Rp11,2 triliun.
 
"Sejak tahun 2014 atau tahun 2015 Indonesia sudah berdagang dengan Israel untuk berbagai komoditas termasuk komoditas pertanian, namun susah untuk kita lihat karena semuanya terjadi secara diam - diam," kata Zulfikar.
 
Tahun 2023 ini hingga Juli, Indonesia juga masih bertransaksi dengan Israel hingga USD104 juta (ekspor USD92,4 juta, impor USD12 juta). Dibandingkan dengan transaksi dagang Indonesia ke Palestina yang hanya USD2,8 juta (ekspor USD1,3 juta, impor USD1,5 juta), nilanya mencapai lebih dari 37 kali lipat. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa