Cara Mencari Ilmu Agar Bermanfaat Buat Diri Kita, Ini Cara Ali Karramallahu Wajha Belajar.

AKURAT.CO Mencari ilmu adalah suatu hal yang diharuskan bagi setiap orang, sebagai bentuk untuk membekali dirinya. Ali bin Abu Thalib bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdul Manaf, beliau adalah khalifah yang ke-4 yang diangkat setelah terbunuhnya Khalifah yang ke-3 yaitu Utsman bin Affan. Dalam proses pengangkatan Ali sebagai seorang khalifah,banyak sekali kontroversi yang terjadi , diataranya yaitu bani umayyah yang tidak terima dengan pengangkatan Ali sebagai khalifah.
Khalifah Ali adalah salah satu sahabat nabi yang sangat dekat dengan Rosullulah, bahkan beliau mendapatkan julukan dari Rosululloh sebagai kunci Ilmu, sebagaiman yang disabdakan oleh Rosululloh, “Ana baabul ilmuu, wa Ali Miftahun” (Aku adalah Pintunya Ilmu, dan Ali adalah Kuncinya).
Dari Hadist di atas menjelaskan kepada kita bahwa Ali adalah seorang khalifah yang memiliki pengetahuan yang luas, dan ali juga tercatat sebagai ulama-ulama senior dikalangan para sahabat. Ali adalah seorang sahabat yang terkenal sangat hati-hati dalam memilih ilmu. Beliau juga dikenal sebagai seorang sahabat yang gemar sekali bertanya, apalagi lagi beliau senantiasa bertanya dan belajar langsung kepada Rosullulah, Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Ali untuk terus belajar.
Lalu bagaimana sih caranya kita bisa menjadi seorang yang senantiasa mengarahakan diri kita untuk mencari ilmu?
Ali bin Abi Thalib menjelaskan kepada kita mengenai apa yang membuat beliau memiliki keluasan ilmu dan wawasan yang dikaruniakan kepadanya.
Pertama, Hal itu tidak terlepas dari beliau yang senantiasa dekat dengan Rosululloh, dan beliau senantiasa memanfaatkan setiap waktu dengan memperbanyak diskusi dengan Rosullulah. Beliau terus mengali ilmu sedalam-dalamnya yang ada pada Rosullulah. Nah, dari cara yang dijelaskan oleh Khalifah Ali tersebut, bisa kita praktekan dalam mencari ilmu, yaitu dengan cara perbanyak berdiskusi dan bertanya mengenai apa yang belum kita ketahui kepada ahlinya, jadi barang siapa yang melakukan sesuatu tapi tidak ada ilmunya, maka itu akan menghancurkan diri kita sendiri dan orang lain.
Khalifah Ali pernah sesekali beliau itu malu ketika ingin bertanya kepada Rosululloh, dan akhirnya beliau menyuruh salah seorang sahabat untuk menanyakan pertanyaannya kepada Rosullulah. Nah, disini Ali RA mengajak kepada para penuntut ilmu untuk senantiasa semangat dalam menuntut ilmu, jangan sampai dalam menuntut ilmu kita dikuasai oleh rasa malu, seperti malu untuk bertanya, malu berinteraksi dengan orang yang memiliki pengetahuan yang lebih banyak dari pada kita.
Kedua, Ali RA juga dikenal sebagai sahabat nabi yang dipalingkan oleh Allah Wajahnya untuk melihat hal-hal yang bersifat maksiat, bahkan beliau tidak pernah melihat kemaluannya sendiri, makanya beliau diberi gelar “Karramallohu Wajha” yang artinya (semoga allah memuliakannya). Dalam buku Ali bin Abi Thalib dan buku tersebut sampai ke cucu-cucu Rosululloh Hasan dan Husein, dalam buku tersebut menjelaskan mengenai Ali yang tidak pernah melihat auranya sendiri maupun orang lain, saking beliau menjaga pandangannya. Di buku itu juga menjelaskan bahwa Ali tidak pernah menyembah berhala apapun selama hidupnya.
Jadi itulah kenapa Ali Karramallahu Wajha dikarunia oleh Allah pengetahuan dan ilmu yang luas, yaitu karena sepanjang hidupnya beliau senantiasa menjaga dirinya untuk melakukan hal yang bersifat maksiat kepada Allah, dan karena itu pula Allah menjaga pandangan Ali untuk melihat hal-hal yang tidak baik.
Itu bisa kita jadikan pelajaran buat kita semua untuk mrnjaga diri kita dari berbuat hal-hal yang bisa menjadi sebab ilmu yang kita pelajari tidak masuk kedalam hidup kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.




