India Selidiki Dugaan Perdagangan Manusia Setelah Banyak Warganya Pulang Kampung

AKURAT.CO India telah meluncurkan sebuah investigasi mengenai bagaimana 303 warganya berakhir dalam sebuah penerbangan carteran yang didaratkan di Prancis minggu lalu karena dugaan perdagangan manusia.
Diberi tahu oleh seorang informan anonim, pihak berwenang Prancis pada pekan lalu mencegah pesawat tersebut terbang ke tujuan yang terdaftar di Nikaragua dari persinggahan pengisian bahan bakar di bandara Vatry di timur laut Prancis.
Pesawat tersebut lepas landas dari Uni Emirat Arab (UEA) dengan 11 anak di bawah umur tanpa pendamping di antara para penumpang, 276 di antaranya kembali ke India pada hari Selasa kemarin.
Diketahui, banyak dari warga India yang berada di dalam pesawat berasal dari Gujarat.
Sanjay Kharat, seorang pejabat senior kepolisian Gujarat, mengatakan bahwa pihak berwenang telah mendapatkan nama dan alamat dari 21 orang dari negara bagian ini yang berada dalam penerbangan tersebut.
Menambahkan bahwa para penyelidik sedang mencoba untuk menentukan siapa yang memfasilitasi perjalanan mereka.
Baca Juga: Kim Jong Un Desak Militernya Percepat Persiapan Perang, Siap Tempur?
"Tim kami telah berbicara dengan beberapa dari mereka (atau) anggota keluarga mereka," katanya.
Penerbangan tersebut dioperasikan oleh maskapai penerbangan Romania, Legend Airlines. Pengacaranya, Liliana Bakayoko, menolak menyebutkan nama klien yang menyewa pesawat tersebut, dengan alasan kerahasiaan kontrak.
Seorang pejabat di kementerian dalam negeri India mengatakan bahwa pendaftaran penerbangan sewaan dan orang-orang yang mengoperasikan seluruh jaringan ini telah diidentifikasi, tetapi menolak untuk menjelaskan lebih lanjut.
Pihak berwenang Prancis menempatkan dua penumpang dalam status "saksi yang dibantu" setelah menyelidiki mereka atas dugaan penyelundupan manusia, sementara 25 lainnya tetap berada di Prancis untuk mengajukan suaka.
Di Prancis, saksi yang dibantu sendiri adalah status perantara antara saksi dan tersangka.
Pejabat kementerian dalam negeri India mengatakan bahwa para pejabat imigrasi mereka juga sedang dimintai keterangan untuk mengetahui apakah ada anak-anak yang meninggalkan India tanpa pendamping.
"Semua orang ini mendarat di (UEA) pada waktu yang berbeda dan mereka berkumpul untuk pergi dengan pesawat yang sama. Mereka memiliki visa turis yang sah untuk memasuki Dubai," kata pejabat tersebut.
Baca Juga: Kalah Setelah Keputusan Penalti, Pelatih Everton: Saya Pasti Berasal dari Planet yang Berbeda
Pesawat tersebut ditahan di Prancis sehari setelah Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan memberlakukan pembatasan visa yang menargetkan individu yang mengoperasikan penerbangan charter ke Nikaragua untuk para migran yang menuju ke perbatasan AS-Meksiko.
Menurut data Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, jumlah orang India yang tertangkap saat mencoba memasuki Amerika Serikat secara ilegal telah meningkat tiga kali lipat selama tiga tahun terakhir.
Pihak berwenang AS menangkap 96.917 orang India antara Oktober 2022 dan September 2023, meningkat dari 30.662 orang tiga tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





