Leluhur Crazy Rich Indonesia! Ini 5 Fakta Menarik Oei Wie Gwan, Ayah Robert dan Michael Hartono

AKURAT.CO, Dalam beberapa jam terakhir, perbincangan terkait sosok Crazy Rich terus menyebar di berbagai media sosial. Pasalnya, dua sosok Crazy Rich Indra Kenz dan Doni Salmanan kini diketahui telah menjadi tersangka. Sedangkan pencapaian sejumlah orang-orang muda tersebut juga disandingkan dengan sosok deretan orang kaya Indonesia yang tercatat di majalah Forbes. Salah satunya adalah bersaudara Robert dan Michael Hartono.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan deretan fakta menarik terkait sosok orang tua Robert dan Michael Hartono, Oei Wie Gwan.
1. Bermula dari bisnis mercon
Oei Wie Gwan adalah sosok yang begitu berjasa dalam perkembangan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, PT Djarum. Oei Wie Gwan adalah pendiri sekaligus ayah dari orang terkaya di Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Namun, Oei tidak langsung memulai bisnisnya di dunia tembakau melainkan berbisnis mercon yang dimulai pada tahun 1930an dengan nama merek Leo.
2. Ekspor hingga terbakar
Menurut sejumlah sumber, berbagai produk dari perusahaan yang ketika itu memiliki pabrik di Rembang, Jawa Tengah, sempat dikirimkan ke luar negeri. Namun, kiprah bisnis mercon milik Oei harus terhenti. Sekitar tahun 1938, pabrik mercon tersebut meledak ketika siang bolong. Akibatnya, sejumlah pekerja dinyatakan tewas. Meski begitu, ia pun tetap berusaha berbisnis. HIngga akhirnya, perusahaan dihentikan karena krisis kependudukan Jepang hingga akhirnya ditutup karena larangan pemerintah pasca kemerdekaan.
3. Memulai Djarum
Setelah merdeka, Oei tidak pantang menyerah. Setelah mercon, kini, kretek menjadi pilihan bisnisnya. Awalnya, Oei membeli sebuah pabrik rokok kretek kecil di Kudus pada tahun 1951 silam. Pabrik dari perusahaan yang diberi nama Djarum Gramophon, sesuai logonya tersebut, hanya mempekerjakan 10 pegawai dan segala prosesnya dilakukan dengan sangat sederhana. Selama puluhan tahun, pabrik tersebut terus berkembang dengan baik. Bahkan, perusahaan tersebut juga berganti nama menjadi PT Djarum.
4. Meninggal dunia
PT Djarum bukannya tanpa masa suram. Pada tahun 1960an, pabrik Djarum mengalami kebakaran hebat. Meski dapat terus berjalan dan berkembang, kejadian kebakaran tersebut justru membuat kondisi kesehatan Oei semakin memburuk. Hingga akhirnya, pada tahun 1963, Oei Wie Gwan meninggal dunia. Ia pun meninggalkan bisnisnya yang ketika itu masih belum stabil kepada kedua anaknya, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.
5. Djarum jadi Empat Besar perusahaan kretek dunia
Di bawah bendera dua orang anak Oei, PT Djarum dapat berkibar tak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Dengan menekankan pada perkembangan R&D, berbagai produk perusahaan ini mampu bersaing di kancah global. Bahkan, kedua anaknya pun juga melebarkan sayap di sejumlah bisnis lain. Salah satunya adalah membeli bank milik sahabat ayahnya, Liem Sioe Liong atau Sudono Salim, yaitu BCA.
Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono kini tidak hanya berhasil mengembangkan PT Djarum sebagai salah satu dari empat perusahaan rokok terbesar di dunia tetapi juga menjadi orang terkaya di Indonesia. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





