Pentagon Bantah Stok Interceptor AS Menipis, Laporan IG Ungkap Kekurangan Munitions Strategis

AKURAT.CO Pentagon membantah laporan yang menyebut stok interceptor Amerika Serikat (AS) menipis akibat penggunaan besar-besaran dalam perang melawan Iran. Pernyataan Pentagon itu muncul setelah laporan inspektur jenderal Departemen Pertahanan AS mengungkap adanya kekurangan amunisi strategis dan hambatan dalam industri pertahanan untuk mengisi kembali persediaan.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan klaim bahwa stok interceptor AS telah habis sepenuhnya tidak benar. Menurut Parnell, militer AS masih memiliki kemampuan untuk merespons berbagai ancaman meskipun penggunaan amunisi selama perang telah meningkatkan tekanan terhadap persediaan.
“Laporan yang menyatakan bahwa persediaan amunisi Amerika Serikat telah habis sepenuhnya adalah salah,” kata Parnell. Presiden Donald Trump juga menyatakan AS masih memiliki jumlah interceptor yang besar dan terus meningkatkan kapasitas produksinya.
Namun, laporan inspektur jenderal Pentagon yang mencakup periode April-Juni 2026 menyebut perang dengan Iran telah menimbulkan “strategic inventory shortfalls” atau kekurangan persediaan strategis. Laporan tersebut juga mengidentifikasi sejumlah hambatan dalam basis industri pertahanan AS, termasuk keterbatasan produksi komponen dan kemampuan untuk segera mengganti amunisi yang telah digunakan.
Produksi Patriot digenjot
Salah satu sistem yang mendapat perhatian adalah Patriot, khususnya interceptor PAC-3 MSE yang diproduksi Lockheed Martin. Perusahaan tersebut menyatakan telah memproduksi 620 PAC-3 MSE pada 2025, sebuah rekor produksi tahunan.
Pada Januari 2026, Lockheed Martin dan Departemen Pertahanan AS menyepakati kerangka kerja untuk meningkatkan kapasitas produksi PAC-3 MSE dari sekitar 600 menjadi 2.000 interceptor per tahun. Target kapasitas tersebut direncanakan tercapai pada akhir 2030.
Produksi sistem pertahanan rudal lain juga tengah diperluas. Lockheed Martin menyatakan kapasitas produksi interceptor THAAD akan ditingkatkan dari sekitar 96 menjadi 400 unit per tahun melalui kesepakatan dengan pemerintah AS.
Meski demikian, peningkatan kapasitas produksi membutuhkan waktu. Tekanan terhadap persediaan muncul karena penggunaan interceptor dalam jumlah besar selama konflik berlangsung, sementara kemampuan industri untuk menggantinya tidak dapat meningkat secara instan.
Ribuan interceptor digunakan dalam perang Iran
Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip sejumlah media, hingga pertengahan Juli militer AS telah menggunakan sekitar 1.700 interceptor Patriot dan lebih dari 200 interceptor THAAD dalam perang dengan Iran. Kapal perang Angkatan Laut AS juga disebut telah menembakkan sekitar 150 Standard Missile interceptor untuk menghadapi rudal dan drone Iran.
Penggunaan interceptor bahkan tetap tinggi dalam serangan-serangan terbaru. Dalam satu serangan Iran terhadap Yordania, militer AS dilaporkan menembakkan sekitar 60–70 interceptor Patriot dan lebih dari 12 interceptor THAAD untuk menghadapi sekitar 20 rudal balistik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








