Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tolak AS Jadi Polisi Timur Tengah: Kami tidak Membutuhkan Polisi Regional!

AKURAT.CO Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak keterlibatan negara eksternal dalam menjamin keamanan Timur Tengah, termasuk peran Amerika Serikat (AS). Saat menghadiri KTT BRICS di New Delhi, India, Pezeshkian menegaskan kawasan tersebut tidak membutuhkan pihak luar sebagai “polisi regional”.
Pernyataan Pezeshkian soal keamanan Timur Tengah disampaikan saat bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di New Delhi pada 12 September. Menurut sejumlah media, termasuk AFP, pertemuan tersebut berlangsung menjelang pembukaan KTT BRICS. “Kami tidak membutuhkan polisi regional,” kata Pezeshkian, dalam pernyataan yang dinilai ditujukan kepada AS.
Pezeshkian juga menegaskan bahwa keamanan Timur Tengah seharusnya dijaga negara-negara yang berada di kawasan tersebut. “Integritas teritorial dan keamanan kawasan ini hanya dapat dijamin oleh pihak-pihak utama dan negara-negara yang membentuk kawasan ini,” ujarnya.
Meski melontarkan kritik keras terhadap AS, Pezeshkian menegaskan Iran tidak menginginkan perang. Ia mengatakan rakyat Iran telah mengalami berbagai ketidakadilan, tetapi Teheran tidak menginginkan perang maupun kelanjutan konflik.
“Perdamaian tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Pezeshkian.
Dalam pidato di hadapan pemimpin agama dan kalangan bisnis di New Delhi pada hari yang sama, Pezeshkian kembali mengambil sikap keras terhadap AS. Ia menegaskan rakyat Iran tidak akan menyerah menghadapi tekanan Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika konflik Iran dan Amerika Serikat telah berlangsung lebih dari enam bulan. Perang itu pecah setelah Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, tewas dalam serangan udara AS dan Israel pada akhir Februari.
Di sisi lain, negara-negara anggota BRICS dilaporkan telah mencapai kesepakatan mengenai deklarasi bersama menjelang KTT BRICS di India. Kesepakatan tersebut dicapai setelah pembahasan di antara negara-negara anggota kelompok ekonomi yang dipimpin China dan Rusia itu.
Empat sumber mengatakan kepada Reuters bahwa negara-negara anggota BRICS telah menyepakati deklarasi bersama. Dokumen tersebut diperkirakan memuat kecaman terhadap perang unilateral yang dilancarkan negara mana pun, meskipun tidak secara langsung menyebut negara tertentu.
Perkembangan ini membuat KTT BRICS menjadi forum penting bagi Iran untuk menyampaikan sikapnya mengenai konflik dengan AS sekaligus mendorong gagasan bahwa keamanan Timur Tengah harus ditentukan oleh negara-negara di kawasan, bukan kekuatan eksternal.
Sumber: Asiatoday
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








