Geng Haiti Ancam Bunuh Sandera, Ribuan Warga Mengungsi usai Serangan di Kenscoff

AKURAT.CO Kekerasan geng bersenjata di Haiti kembali memanas setelah pemimpin kelompok kriminal Izo 2 mengancam akan membunuh para sandera jika aparat keamanan melancarkan operasi penyelamatan. Ancaman itu disampaikan melalui sebuah video yang dirilis setelah serangan brutal di wilayah Kenscoff pada Minggu malam.
Hingga kini, banyak keluarga di Kenscoff belum mengetahui nasib kerabat mereka yang diculik. Puluhan warga dilaporkan disandera ketika kelompok bersenjata menyerbu permukiman dan membakar rumah-rumah penduduk.
Seorang pemuda berusia 19 tahun yang berhasil selamat mengatakan hampir seluruh keluarganya kini berada di tangan para penculik.
“Di keluarga saya, hanya saya yang beruntung bisa selamat. Ibu, saudara perempuan, dan saudara laki-laki saya semuanya diculik. Saat serangan terjadi, ada sembilan orang di dalam rumah,” ujarnya.
Ia mengaku kehilangan seluruh dokumen penting, termasuk akta kelahiran dan berkas ujian sekolah, yang hangus terbakar dalam serangan tersebut. Kini ia berharap pemerintah membantu membiayai pendidikannya sekaligus membebaskan anggota keluarganya.
Lebih dari 2.600 Warga Terpaksa Mengungsi
Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), serangan di Kenscoff menyebabkan lebih dari 2.600 orang mengungsi, termasuk keluarga yang sebelumnya telah melarikan diri dari daerah lain akibat memburuknya situasi keamanan.
Kenscoff selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu kota yang relatif tenang di pinggiran Port-au-Prince. Namun sejak tahun lalu, wilayah tersebut telah mengalami lebih dari selusin serangan oleh kelompok bersenjata.
Warga mengatakan mereka masih menunggu respons nyata dari pemerintah Haiti untuk menghentikan kekerasan yang terus meluas.
Korban Tewas di Haiti Tembus 3.050 Orang
Krisis keamanan di Haiti terus memburuk sepanjang 2026. Data Kantor Terpadu Perserikatan Bangsa-Bangsa di Haiti (BINUH) menunjukkan sekitar 3.050 orang tewas selama enam bulan pertama tahun ini.
Lebih dari separuh korban meninggal terjadi saat operasi keamanan berlangsung. Setidaknya 229 warga sipil yang tidak memiliki kaitan dengan geng tewas akibat peluru nyasar atau ledakan drone ketika berada di rumah maupun di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 4Pindar UKU Salurkan Rp687,18 Miliar dengan Pinjaman Macet Hanya 2,48 Persen, Jaga Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 7Masuki Usia 8 Tahun, Pindar UKU Bidik Pertumbuhan Lewat Penguatan Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar






